Google Umumkan Android 5.0 Lollipop Versi Pengembang

Berbeda dengan rilis sistem operasi Android sebelumnya, untuk Android L dengan versi 5.0 serta kode nama Lollipop ini Google terlebih dahulu mengenalkannya dalam bentu versi pengembang.

Dimana versi Android L tersebut hanya digunakan untuk pengembang dalam membangun aplikasi kedepannya sehingga bisa dan mampu berfungsi dengan baik. Karena Android L versi umum akan segera rilis setelah versi pengembang.

Rilis Android 5.0 Lollipop versi pengembang ini membawa berbagai perubahan dalam hal UI atau tampilan. Terlihat pada status bar, dialer dan setiap aplikasi yang ada dengan desain UI lebih segar. Google juga sudah melakukan desain ulang terhadap transisi animasi sehingga mereka terlihat lebih alami dan cool.

Pemberitahuan bisa terlihat pada lockscreen, dimana Anda bisa langsug membuka dari lockscreen atau menghapusnya dengan cara menggeser notifikasi yang ada. Sedangkan Chrome browser juga mengalami pembaharuan dalam hal performa maupun UI yang ada.

Rilis Android 5.0 Lollipop versi pengembang juga menunjukkan bahwa sudah adanya runtime baru yaitu ART sebagai alternatif Dalvik di versi KitKat. Dengan ART memungkinkan aplikasi untuk berjalan lebih cepat.

Bukan hanya kinerja dan tampilan saja yang ditingkat oleh Google pada rilis Android 5.0 Lolipop nantinya. Google juga meningkatkan kinerja baterai untuk membuatnya lebih baik.

Itulah sedikit bocoran mengenai perubahan yang akan Anda dapatkan pada Android 5.0 Lolipop nantinya. Jika melihat dari segi UI sepertinya akan ada hal yang lebih menarik dibandingkan dengan Android versi sebelumnya.

Sumber : GSMArena




Google Konfirmasi Android 5.0 Bernama Lollipop

Pengguna Android pasti tahu bahwa Android 4.x sudah beroperasi dengan waktu yang lumayan lama sekali, karena dalam versi 4.x tersebut bisa muncul kode nama sebanyak tiga kali. Mulai dari ICS, Jelly Bean hingga KitKat.

Beberapa waktu terakhir ini sempat muncul kabar bahwa Android 5.0 akan segera muncul dengan masih menggunakan nama makanan penutup. Terlebih lagi sudah muncul bocoran gambar yang dianggap sebagai Android 5.0 dengan kode nama yang diawali dengan huruf “L”.

Sebagian orang yang meyakini bahwa Android 5.0 bernama Lollipop, namun ada pula yang menyebut Lemon Meringue Pie, HTC bahkan sudah memberikan sejumlah daftar nama yang mungkin digunakan dimana semuanya adalah nama makanan penutup dengan awalan huruf “L”.

Semua teka-teki Android 5.0 mulai terungkap dengan jelas. Melalui situs Bulgaria Nixanbal yang mendapatkan konfirmasi dari sumber yang bisa dipercaya mengenai Android 5.0 maka Anda bisa melihat kabar yang pasti.

Menurut situs tersebut Android 5.0 bernama Lollipop. Dengan berubahnya dari versi 4.x menuju versi 5.0 kemungkinan besar akan ada perubahan yang cukup besar dari segi tampilan. Sedangkan fitur mengenai Android 5.0 belum ada kabar yang pasti.

Sumber : Phonearena

Android “L” Akan Perkenalkan Kamera Kontrol Manual

Kamera smartphone telah sedikit maju hari ini. Perangkat lunak ini mampu memotret beberapa foto besar yang akan lebih dari menggantikan titik teratur dan menembak kamera. Yang sedang berkata untuk fotografer yang lebih maju, mungkin ada beberapa fitur yang mereka kehilangan yang mungkin hanya dapat ditemukan pada lebih kamera yang canggih, seperti DSLR atau beberapa model kamera mirrorless. Nah kabar baiknya adalah bahwa jika Anda adalah pengguna Android, sepertinya dengan update Android “L”, pengguna dapat segera melihat ke depan untuk kontrol manual penuh pada kamera smartphone mereka.

Ini adalah berkat baru Kamera 2 API bahwa Google telah memperkenalkannya di update. Ini akan memungkinkan para pengembang untuk menambahkan kontrol manual untuk aplikasi mereka, seperti menyesuaikan kecepatannya, warna matriks koreksi, kurva tonemap, auto-exposure/auto kunci white balance, flash trigger, dan sebagainya. Baru Kamera 2 API akan memungkinkan pengguna untuk mengambil foto di RAW dengan dukungan DNG. Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan gambar RAW, itu pada dasarnya gambar yang memiliki paling sedikit pengolahan dilakukan untuk mereka di kamera itu sendiri.

Hal ini memungkinkan fotografer lebih kelonggaran ketika pasca-memproses mereka, seperti menyesuaikan distorsi barrel di Lightroom, memilih pengaturan white balance, dan sebagainya. Cukup menarik tampaknya bahwa kontrol manual yang cukup menjadi topik hangat karena pada WWDC awal bulan ini, Apple memperkenalkan kontrol manual aplikasi kamera default yang akan menjadi bagian dari iOS 8 update perusahaan. Jadi jika Anda ingin kontrol manual pada kamera smartphone Anda, kami kira kedua iOS dan Android adalah beberapa pilihan yang dapat Anda pertimbangkan.

Sumber : Ubergizmo

Google Akan Hentikan Program Nexus dan Diganti “Android Silver”

Google baru saja meluncurkan smartphone andalan mereka yang telah bekerja sama dengan Lg yaitu Nexus 5. Ponsel Nexus sendiri telah diluncurkan oleh pihak Google sejak tahun 2010 sampai sekarang tahun 2014. Google bekerja sama dengan mitra hardware untuk membangun telepon yang menjalankan system operasi terbaru Google Android.

Generasi pertama adalah Nexus One yang pada jamannya telah menggunakan prosessor 1GHz dan generasi selanjutnya memiliki kualitas hardware yang lebih baik tetapi dengan harga yang terjangkau.

Tetapi baru – baru ini ada sejumlah laporan yang menyatakan bahwa Google akan menghentikan program Nexus dan membuat sebuah program baru dengan nama berbeda yaitu Android Silver.

Dengan digantinya dengan Android Silver, Google tetap bekerja sama dengan beberapa pembuat perangkat yang berbeda untuk membuat ponsel yang menjalankan system operasi andalan dari Google yaitu Android. Sehingga Google tidak membuat ponsel sendiri meskipun telah memberhentikan proyek Nexusnya dan kemungkinan LG dan Motorola yang akan membuat ponsel Android Silver pertama.

Meskipun berganti nama tetapi Ponsel Android Silver tetap akan menjadi ponsel andalan dari Google bahkan dalam proyek ini Google memiliki control lebih besar atas software yang digunakan. Android Silver sendiri menawarkan pembaruan software yang lebih cepat dan membatasi perangkat lunak pihak ketiga pada ponsel tersebut.

Dengan pensiunnya Nexus dan proyek baru bernama Android Silver, ucapkan selamat tinggal pada Generasi penerus dari Google Nexus dan ucapkan halo kepada LG G3 Silver atau Motorola Moto X Silver atau sesuatu dengan nama seperti itu.

Sumber : Liliputing

Kursus “Online” Dibuka Google Bikin Aplikasi Android

Memungkinakan banyak pengembang yang membuat berbagai aplikasi karena system operasi Android yang bersifat terbuka (open source). Google coba member solusi atas permasalahan yang terkadang mereka tidak tahu harus memulai dari mana, dengan membuka kelas online untuk membuat aplikasi Android. Google membuat kurus “Developing Android Apps. Android Fundamentals”. Dengan berkerja sama Udacity, organisasi yang menyediakan akses belajar melalui internet untuk siapa saja.

Peserta akan mendapatkan pelatihan pengembangan aplikasi mobile secara umum serta pengembangan Android secara khusus, selain diajarkan bagaimana cara membuat aplikasi Android. Materi khusu berupa video, kuis, dan forum yang bisa di akses secara online di situs Udacity. Dengan menyertakan dokumen – dokumen pembelajaran, contohnya video tutorial dan aplikasi.

Biaya yang dipatok Google untuk kursus online ini adalah 150 dollar AS per bulan, yang dikutip dari The Next Web. Peserta akan mendapatkan kursus gratis selama dua pecan sebagai percobaan. Jika anda tertarik, anda bisa mengunjungi kelas kursus Google ini di situs Udacity.

Sumber : Kompas

Aplikasi Google Play Store Gagal Rilis di BlackBerry

Setelah beberapa hari yang lalu muncul berita bahwa Google Play Store akan segera hadir di perangkat BlackBerry 10. Kini kembali muncul kabar bahwa Google Play Store gagal rilis di BlackBerry. Sehingga bagi Anda pengguna smartphone BlackBerry sepertinya harus sedikit bersabar untuk menikmati kemewahan Google Play Store di perangkat Anda.

Akan tetapi sedikit bersabar saja tidak cukup, karena Anda harus mengubur dalam-dalam impian Anda tersebut. Sebab pihak Google telah memberikan pernyataaan secara langsung bahwa Play Store tidak akan dirilis pada semua perangkat buatan Kanada.

Bahkan pihak BlackBerry sendiri juga telah meluruskan masalah tersebut dengan memberikan pernyataan secara langsung bahwa pihak BlackBerry tidak ada rencana untuk menggandeng Google Play Store di perangkat BlackBerry.

Awal berita ini muncul adalah ketika muncul sebuah gambar ponsel BlackBerry 10 yang sudah bisa menjalankan aplikasi Play Store milik Google. Sehingga muncul gagasan bahwa pihak BlackBerry sedang menjalin hubungan bisnis dengan Google.

Namun semua itu ternyata hanya gosip belaka karena Google Play Store gagal rilis di BlackBerry, padahal jika semua itu benar terjadi kemungkinan besar BlackBerry bisa bangkit secara cepat. Mengingat perusahaan BlackBerry yang sudah dikenal dengan sistem operasi yang minim aplikasi.

Sumber : http://www.gaptekbgt.com

Simplenote Aplikasi Catatan Terbaru dan Tercanggih di Play Store

Dengan berhasilnya mengakuisisi Simplenote pada awal tahun ini, kabarnya Automattic telah meluncurkan aplikasi Android Simplenote dengan versi paling baru dan sekarang sudah tersedia di Play Store dan Amazon Appstore. Bagi Anda pengguna Android yang ingin mencobanya bisa mengunduh secara gratis di Google Play Store.

Menurut tim dari Simplenote sendiri, aplikasi tersebut memiliki perbedaan yang mencolok bila dibanding aplikasi lain sejenisnya. Sekarang pengguna Simplenote tidak perlu lagi membutuhkan akun untuk menggunakan aplikasi tersebut pada smartphone atau tablet Androidnya. Dan pengguna hanya akan membutuhkan sebuah akun ketika ingin mengakses catatannya pada browser atau lintas platform karena harus membutuhkan fitur online untuk melakukan sinkronisasi.

Dengan hadirnya aplikasi Simplenote di Play Store maka pengguna Android akan memiliki banyak pilihan mengenai aplikasi catatan. Selain itu aplikasi yang baru saja muncul di Play Store ini nantinya juga akan bersaing secara sehat dengan aplikasi sejenisnya seperti Google Keep, Evernote, Astrid dan masih banyak lagi yang sebelumnya sudah lebih terkenal dibanding Simplenote.

Sumber : http://www.gaptekbgt.com

Data Pengguna Snapchat Dicuri

Berita yang baru saja ini beredar bahwa data dari jutaan pengguna Snapchat telah dicuri oleh peretas dan kemudian memublikasikan data tersebut ke internet. Diklaim telah ada 4,6 juta data pengguna yang berupa nama dan nomor telepon yang telah dicuri dari Snapchat.
Data tersebut telah dipublikasi di sebuah website bernama SnapchatDB tetapi menyensor dua angka terakhir nomor telepon pengguna.  Walaupun data ini telah dihapus dari situs tersebut tetapi cache data tersebut masih ada.
Data pengguna Snapchat dicuri terjadi setelah beberapa hari sebelumnya sebuah perusahaan keamanan Australia  yaitu Gibson Security memperingatkan kepada pemilik Snapchat bahwa ada kelemahan pada aplikasi tersebut dan bisa dimanfaatkan oleh peretas.
Menurut dari keterangan pencuri, mereka memanfaatkan cacat teknologi yang pernah ditunjukkan oleh Gibson Security. Pelaku mengatakan “Kami menggunakan versi termodifikasi dari metode eksploitasi yang pernah disebutkan oleh Gibson.”
Snapchat mendapatkan popularitas karena aplikasi berbagi foto ini diklaim pengguna aman karena mereka sendiri bisa menghapus foto-foto tersebut setelah dilihat. Ada juga fitur Find Friends yang memungkinkan pengguna mencari teman yang menggunakan layanan serupa.

Sumber : http://www.gaptekbgt.com

FireChat, Aplikasi Chat Gratis Terbaru

Aplikasi chatting atau pesan singkat saat ini telah menjadi idola dari pengguna smartphone. Hal ini telah terbukti dengan aplikasi chatting telah menjadi aplikasi terlaris di toko aplikasi seperti Apple APP Store dan juga Google Play Store.
 
Baru – baru ini diluncurkan sebuah aplikasi chatting baru dengan nama FireChat. Aplikasi ini telah diluncurkan dua minggu lalu dan telah banyak diunduh oleh pengguna iPhone, kabarnya kali ini aplikasi tersebut telah tersedia di platform android.

Berbeda dengan aplikasi chatting lainnya yang harus online untuk bisa berkirim pesan, kali ini dengan aplikasi FireChat pengguna bisa berkirim pesan tanpa harus menggunakan jaringan seluler atau bisa dibilang secara offline. Karena itu FireChat disukai banyak pengguna iPhone karena tidak memakan biaya langganan data.

Kemungkinan antarmuka atau tampilan dari FireChat Android berbeda dengan iOS, tetapi tetap menyediakan fungsi yang sama. Selain gratis, pengguna juga bisa tidak menampilkan identitas mereka dalam melakukan chatting atau secara anonym dan hal ini banyak disukai pengguna mobile.

Dalam FireChat iOS, aplikasi ini menggunakan framework Multipeer untuk berkirim pesan, maka di platform Android, FireChat dengan developer Open Garden akan menggunakan teknologi Mesh Network yaitu sebuah topografi jaringan dimana setiap titik – titiknya saling bekerja sama merelay data.

Framework dari Android tersebut diklaim memiliki jangkauan hingga 10 meter. Tetapi kemungkinan akan semakin luas jika pengguna aplikasi tersebut semakin banyak di lokasi tersebut. tetapi karena memiliki framework yang berbeda, Android dan iOS tidak bisa bekomunikasi karena tidak kompatibel.

Saat ini aplikasi FireChat telah menduduki 10 aplikasi terlaris di Apple App Store dan kemungkinan Aplikasi Chat Gratis ini akan terjadi di Google Play Store.

Sumber : http://www.gaptekbgt.com

Muncul Aplikasi Android Gratis yang Curi Data Pengguna

Google Play Store memang identik sekali dengan banykanya aplikasi gratis yang bisa Anda unduh tanpa harus membayar. Namun sekarang ini sepertinya Anda harus selektif sekali ketika ingin mengunduh aplikasi gratis dari Google Play Store. Karena jika Anda mengunduh aplikasi yang salah atau yang mengandung malware serta yang lainnya data Anda bisa tersebar kemana-mana tanpa Anda ketahui. Dan salah satu aplikasi yang terbukti melakukan hal seperti itu adalah “Brightest Flashlight”.

Aplikasi Android gratis curi data pengguna tanpa sepengetahuan pemiliknya, sehingga Anda pasti tidak akan sadar jika data pribadi Anda sudah dicuri oleh pengembang aplikasi tersebut. Dan produsen aplikasi tersebut juga sudah mengakui aksi pencuriannya tersebut kepada Federal Trade Commision (FTC) Amerika Serikat.

Data yang telah dikumpulkan oleh pihak aplikasi tersebut kemudian dijual kepada para pengiklan. Dimana data yang dicuri berupa data pribadi menganai perangkat yang digunakan serta lokasi dari pemilik perangkat tersebut. Terlebih lagi deskripsi mengenai aktivitas aplikasi tersebut tidak dituliskan pada deskripsi “Brightest Flashlight” di Google Play Store.

Menurut Direktur FTC, seharusnya pemilik aplikasi “Brightest Flashlight” menyediakan informasi yang cukup terbuka menyangkut pengambilan data pribadi pengguna. Sehingga semua pengguna bisa memilih untuk tetap mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut atau tidak sama sekali.

GoldenShores Technologis, selaku developer aplikasi Android gratis curi data pengguna tersebut juga diminta untuk menghapus semua data pribadi yang berhasil dikumpulkan. Dan ternyata data pribadi yang telah terkumpul cukup banyak sekali, karena aplikasi tersebt mulai diluncurkan pada bulan Februari tahun ini dan setidaknya ada sekitar 50 hingga 100 juta kali diunduh.
 
Sumber : http://www.gaptekbgt.com

6 Seri OS Android ini bakal dimatikan Google

Ada kabar mengejutkan dari Google yang mana menyebutkan jika pihaknya akan mematikan setidaknya enam seri sistem Android dalam waktu dekat. Bahkan keempat seri OS Android sudah distop peredarannya mulai 1 Februari lalu.

Berikut daftar enam seri sistem operasi yang akan dimatikan peredarannya oleh Google.

1. Android Gingerbread
Android GingerBread yang diluncurkan pada Desember 2010 lalu ini sudah dihentikan peredarannya pada smartphone Android baru di pasaran mulai 1 Februari lalu.

Market share Android Gingerbread yang saat ini masih mencapai 21,2 persen dipastikan tidak akan berubah signifikan setelah keputusan ini.

2. Android Honeycomb
Seri Honeycomb juga akan dilarang untuk digunakan smartphone buatan perusahaan OEM yang bekerja sama dengan Google.

Memang OS ini kurang begitu diminati di pasaran. Honeycomb yang mulai beredar di pasaran pada 15 Februari 2011 ini tercatat digunakan hanya di 0,1 persen perangkat Android yang beredar di pasaran.

Google mulai menghentikan peredaran OS ini di smartphone Android baru mulai 1 Februari lalu.

3. Android Ice Cream Sandwich
Android Ice Cream Sandwich yang saat ini masih digunakan di 16,9 persen perangkat smartphone Android secara global ini juga sudah dilarang di pakai di smartphone baru yang akan meluncur ke pasaran mulai 1 Februari lalu.

Android Ice Cream Sandwich sendiri sudah beredar di pasaran sejak 16 Desember 2011 lalu.

4. Android 4.1 Jelly Bean
Android 4.1 Jelly Bean yang sudah beredar di pasaran lebih dari satu tahun ini juga akan distop peredaran di perangkat smartphone baru per tanggal 1 Februari lalu.

Jadi dipastikan jika smartphone Android yang meluncurkan ke pasaran setelah tanggal 1 Februari tidak akan menggunakan Android 4.1 Jelly Bean lagi.

Saat ini sendiri, Android 4.1 Jelly Bean tercatat telah digunakan di 35,9 persen perangkat Android secara global.

5. Android 4.2 Jelly Bean
Android 4.2 Jelly Bean yang hadir pada November 2012 juga tidak luput akan diberhentikan peredarannya oleh Google.

Rencananya, sistem operasi yang digunakan di 15,4 persen perangkat Android ini akan dilarang digunakan di smartphone keluaran terbaru mulai 24 April 2014 mendatang.

6. Android 4.3 Jelly Bean
Google juga dikabarkan akan memutuskan peredaran Android 4.3 Jelly Bean yang baru saja hadir pada Juli 2013 lalu.

Dilaporkan jika per tanggal 31 Juli 2014, perusahaan smartphone seperti Samsung, Sony, HTC, Lenovo, Huawei, dan lainnya tidak diperbolehkan menggunakan Android 4.3 Jelly Bean di smartphone terbaru mereka. Perusahaan ini wajib menggunakan Android 4.4 KitKat di smartphone yang meluncur setelah tanggal tersebut.

Sumber : http://www.merdeka.com/

Setelah KitKat, nama Android selanjutnya adalah Ladoo?

Sebuah laporan dari India menyebutkan jika kemungkinan besar nama dari OS Android selanjutnya adalah Laddo.
 
Laporan yang diunggah oleh situs jual beli Pricebaba, India, yang dilansir Oleh Softpedia (9/9) ini menyebutkan jika kerja sama antara pihaknya dan Google berhasil, maka versi Android setelah Android 4.4 KitKat akan bernama Android Ladoo.

Ladoo sendiri merupakan sebuah makan manis khas India yang terbuat dari bahan tepung, kapulaga, cengkeh, dan kacang mete. Laddo sendiri berbentuk seperti bola dan memiliki warna kuning.

"Kami masih mencintai Android dan kami berkomitmen untuk melihat versi Android yang didedikasikan untuk manisan India. Dengan pemberitahuan akan keinginan kami saat ini, kami meminta Anda (Google) untuk menamai versi Android berikutnya dengan nama Ladoo," tulis pihak Pricebaba di situsnya.

Android 4.4 KitKat sendiri sebenarnya merupakan nama pengganti dari Android Key Lime Pie. Dikabarkan jika penggantian ini selain dikarenakan tidak banyak orang mengetahui kue Key Lime Pie, disebutkan jika ada keuntungan bisnis yang dikejar Google dengan mengangkat nama KitKat dari bekerja sama dengan perusahaan Nestle.

Sumber : http://www.merdeka.com

Akses Situs Porno di Android Bakal Didenda Jutaan Rupiah?

Para peneliti telah menemukan sebuah malware jenis baru yang akan memblokir handset Android sampai pengguna bersedia membayar uang tebusan. Malware baru ini dijuluki ‘Android-Trojan.Koler.A’ dan akan muncul sebagai sebuah pop-up di layar dengan logo FBI.

Serangan malware itu dengan cerdik akan menuduh bahwa pengguna telah menonton serta menyimpan konten pornografi ilegal. Android-Trojan.Koler.A bahkan akan langsung mengunci ponsel pengguna dan baru akan bisa berfungsi normal jika pengguna mau membayar uang tebusan atau denda sebesar US$ 300 sekitar Rp 3,5 juta.

"Anda dituduh melakukan kejahatan yang melanggar hukum pidana Amerika Serikat dalam Pasal 161," demikian pesan peringatan tersebut, seperti dikutip dari laman Cult of Android, Jumat (9/5/2014).

Bukan itu saja, malware tersebut juga akan menggunakan data geolocation serta informasi lain untuk menghadirkan peringatan yang menyertakan lokasi serta alamat IP pengguna. Bagi pemula, ancaman ini tentunya sangat menakutkan dan mereka akan mengira bahwa ini benar-benar peringatan dari FBI.

Untuk sementara ini para peneliti belum bisa memberantas Android-Trojan.Koler.A. Pengguna memang bisa menutup pop-up yang muncul dengan cara menekan tombol home agak lama. Namun timer di dalam malware akan kembali mengaktifkan pop-up tersebut, beberapa detik kemudian.

Agar terhindar dari serangan malware ini, satu-satunya cara yang efektif adalah jangan mengunjungi situs pornografi yang menyediakan konten ilegal atau men-download file APK dari situs-situs yang mencurigakan.

Android-Trojan.Koler.A sendiri diketahui sebagai malware jenis ransomware yang sebelumnya menyerang platform desktop pada tahun 2013. Cara kerjanya pun sama dengan yang ada pada perangkat Android, yang mana para hacker akan membuka akses komputer jika pengguna bersedia membayar uang tebusan
 
Sumber : http://m.liputan6.com

Andy Rubin, Sosok Fenomenal di Balik Pencipta Android

Nama besar Android sudah melekat erat dengan perusahaan teknologi raksasa Google. Sistem operasi Android kini telah memasuki versi ke sepuluh, dan yang terbaru adalah Android KitKat.

Tahukah Anda siapa sosok penting di balik yang menciptakan Android? Dia adalah Andy Rubin, lahir pada tahun 1962 dan dibesarkan di Chappaqua, New York. Rubin adalah putra dari seorang psikolog yang kemudian mendirikan perusahaan direct marketing sendiri.

Rubin mengawali karir engineering-nya di bidang robotik, passion-nya adalah membangun mesin pintar (intelligence machines). Sebelum bergabung dengan Apple, Rubin awalnya bekerja sebagai manufacturing engineer pada tahun 1990-an. Dia bekerja untuk perusahaan manufaktur Jerman bernama Carl Zeiss sebagai robotic engineer.

Pada Oktober 2003, Rubin mendirikan perusahaan startup Android, Inc. di Palo Alto, California, bersama rekannya yang lain yaitu Rich Miner, Nick Sears, Chris White. Awalnya mereka berencana mengembangkan sebuah sistem operasi canggih untuk kamera pintar, namun akhirnya sadar bahwa pasar kamera pintar tidak cukup besar. Mereka pun mengubah haluan memproduksi sistem operasi untuk smartphone yang memang tengah naik daun saat itu.

Andy Rubin dikenal sebagai sosok yang gemar ngoprek dan menyenangi hal-hal canggih. Saking geek-nya, menurut New York Times, rumah Rubin dilengkapi beragam peralatan canggih.

Misalnya, untuk masuk ke rumah Rubin tak menggunakan kunci. Ia hanya perlu memindai (scan) retina matanya ke sebuah alat pemindai. Jika retina Anda sesuai, maka kunci rumah akan terbuka secara otomatis. Home theater system di rumahnya juga dibuat secara canggih. Di halaman rumahnya terdapat sejumlah mainan helikopter yang telah dia program untuk terbang secara otomatis.

Android Inc. kemudian diakuisisi oleh Google pada Agustus 2005. Sejumlah orang inti di Android Inc., termasuk Rubin, Miner, dan White, diajak ke Google pasca diakuisisi.

Di Google, Rubin memimpin tim tersebut untuk mengembangkan sebuah platform perangkat mobile berbasis kernel Linux. Google kemudian memasarkan platform tersebut ke para pembuat handset dan operator, dan berjanji akan menyediakan sistem yang fleksibel dan mudah di-upgrade.

Sejak Android dibeli Google pada tahun 2005, Andy Rubin dianggap sebagai orang yang tepat untuk memimpin pengembangan sistem operasi robot hijau itu. Di bawah kepemimpinan Rubin, Android menjadi sistem operasi yang menguasai lebih dari separuh pangsa pasar smartphone di dunia. Tak heran jika Rubin juga menjadi salah satu eksekutif Google yang paling dikenal.

Namun pada bulan Maret 2013, Andy Rubin mundur dari jabatannya sebagai bos Android di Google. Tapi Rubin masih berada di Google, dan kabarnya ia akan fokus mengerjakan proyek masa depan yang terkait dengan robotik, bidang yang memang ia sukai.

Sumber : http://m.liputan6.com

Android Dipuji Sebagai OS Hebat bagi Developer

Android saat ini adalah sistem operasi (OS) mobile paling populer di dunia. Pujian pun mengalir untuk OS milik Google tersebut, termasuk dari sang Chief Executive Officer (CEO), Larry Page.

Saat ini tersebar lebih dari satu miliar perangkat Android di dunia dan jumlahnya diprediksi akan terus bertambah. Sehingga dengan dominasi Android, peluang para developer yang mengembangkan aplikasi untuk OS itu pun terbuka lebar.

Page pun menilai Android adalah platform yang mengagumkan bagi developer. Menurutnya, penghasilan yang didapatkan para developer saat ini jauh lebih tinggi daripada satu tahun sebelumnya. Kehadiran toko aplikasi Android, Google Play, juga memainkan peran penting dalam pertumbuhan OS tersebut.

"Ide di balik Google Play ini adalah Anda bisa mendapatkan aplikasi, film, buku, dan musik dari satu tempat. Kemudian, Anda bisa memainkannya di perangkat apa pun tanpa harus melakukan sinkronisasi terus menerus," jelas Page, seperti dilansir Softpedia, Senin (19/5/2014).

Ia menekankan bahwa kesederhanaan homepage Google banyak memberikan kontribusi untuk sukses besar selama enam tahun terakhir. Pada dasarnya, hal tersebut bisa diimplementasikan ke portofolio produk Google.

"Prinsip yang sama bisa diterapkan di seluruh produk kami, khususnya sekarang, dengan semakin banyaknya perangkat dan pilihan," ungkap Page.

Google sendiri dilaporkan tengah menyiapkan serangkaian perubahan besar untuk User Interface (UI) Android. Bahkan banyak aplikasi inti di Android dilaporkan mulai menyesuaikan dengan prinsip-prinsip desain baru. 

Sumber : http://m.liputan6.com

Cara Jitu Mengecek Ponsel Asli atau Supercopy

Peredaran smartphone tiruan atau supercopy sudah semakin merajalela. Dengan tampilan fisik dan fungsi yang menyerupai versi aslinya, ponsel supercopy sangat diminati karena harganya jauh lebih rendah di bawah versi asli.

Sejauh ini brand Samsung seri Galaxy menjadi jenis perangkat yang tiruannya paling banyak beredar, terutama di Indonesia.

Bila dilihat dan digunakan secara sepintas, hampir tidak ada hal yang terasa berbeda dengan ponsel supercopy. Namun sebenarnya ada perbedaan mencolok dari segi fisik yang dapat ditemukan pengguna.

Akan tetapi yang menjadi masalah adalah, semakin hari ponsel supercopy hadir dengan tampilan yang semakin mirip dengan aslinya. Hal ini mempersulit pengguna untuk membedakan mana yang asli dan mana yang palsu.

Tapi tenang saja, laman AndroidPit menginformasikan solusi mudah untuk masalah tersebut.

Cek hardware
Bila secara fisik sulit untuk dibedakan, mungkin mengecek hardware adalah cara paling tepat yang dapat Anda lakukan untuk membedakan antara smartphone asli dan versi supercopy.

Cara termudah untuk mengecek hardware, khususnya prosesor pada ponsel supercopy adalah dengan menggunakan aplikasi CPU-Z. Dengan aplikasi ini, Anda dapat melihat keaslian dapur pacu yang diusung perangkat.

Pada ponsel supercopy Galaxy S4 contohnya. Tampilan System on a Chip (SOC) Galaxy S4 versi supercopy akan menunjukkan bahwa ponsel tersebut mengusung prosesor Exynos 5410 seperti pada versi aslinya, padahal sebenarnya ponsel tersebut diketahui hanya menggunakan prosesor MediaTek MTK6589.

Selain prosesor, dengan CPU-Z Anda pun bisa mengecek kebenaran resolusi display layar, resolusi kamera, sistem operasi, hingga besaran memori yang tersedia.

Cek keaslian software
Selain mengecek hardware, menguji keabsahan software juga dapat Anda lakukan. Untuk kasus ponsel Galaxy S4, Anda bisa melakukan Display Test dengan mengetikkan kode *#0*# di menu panggilan telepon. Jika perangkat Anda asli, maka nantinya akan muncul tampilan konfigurasi tampilan display, jika tidak, maka perangkat Anda kemungkinan besar adalah versi supercopy.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan aplikasi Samsung Kies. Jika perangkat Anda dapat menggunakan dan terdeteksi di Samsung Kies sebagai hadnset Galaxy S4, maka perangkat Anda asli. Galaxy S4 versi supercopy tidak akan terdeteksi dengan aplikasi Samsung Kies, atau mungkin terdeteksi sebagai perangkat lain.

sumber ://http://liputan6.com

Saingi Jokowi, Prabowo Ikut Beraksi di Aplikasi Android

Seakan tak mau kalah dari Jokowi, calon presiden (capres) dari Partai Gerindra, Prabowo pun kini beraksi di Google Play Store lewat game Android bertajuk 'Prabowo The Asian Tiger'. Game bergenre endless runner ini dikembangkan oleh pengembang aplikasi lokal bernama Sumarson.

Secara gameplay, game berukuran 20 MB dan dapat diunduh secara gratis ini tidaklah berbeda dengan kebanyakan game bergenre serupa. Gamer diharuskan berlari melewati berbagai rintangan dan medan sulit yang menantang. Keberhasilan akan dinilai dari seberapa jauh gamer mampu menavigasikan karakter Prabowo melewati rintangan-rintangan tersebut.


"Prabowo The Asian Tiger adalah runner game yang sangat menarik. Dalam game ini Anda akan memainkan karakter Prabowo, nikmati berlari tanpa akhir dan mengalahkan berbagai rintangan. Tunjukkan bagaimana cara Anda mengalahkan rintangan," demikian deskripsi permainan yang tertera pada laman Google Play Store.

Sebelum Prabowo, calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jokowi, telah lebih dulu hadir di Google Play Store. Bahkan tak cuma satu aplikasi yang menampilkan Jokowi sebagai karakter utamanya.

Terdapat sejumlah judul game Android seperti Jokowi Jump, Jokowow, Jokowi Jumper, Ayo Jokowi, JokowiMan, dan masih banyak lagi.

Eksistensi kedua capres Republik Indonesia di sektor aplikasi perangkat mobile menjelang gelaran Pemilihan Umum Presiden yang bakal berlangsung Juli 2014 mendatang sedikit banyak memang dapat dijadikan tolak ukur popularitas keduanya. Sejauh ini di sektor aplikasi Android Jokowi patut diakui masih lebih populer dibandingkan Prabowo.



Sumber : www.liputan6.com

Asus Hadirkan PadFone E: Kombinasi Tablet 10 Inci dan Smartphone 4,7 Inci

Tak lama berselang sejak peluncuran Asus PadFone Mini, perusahaan yang berbasis di Taiwan tersebut kembali menambah koleksi lini PadFone miliknya dengan menghadirkan PadFone E.

Perangkat terbaru dari jajaran PadFone ini masih mengusung konsep 2-in-one yang terdiri dari sebuah smartphone dan tablet yang juga berfungsi sebagai “rumah” bagi ponsel atau biasa disebut dengan docking. Dibandingkan seri PadFone lain, kecuali yang Mini, ukuran layar kedua perangkat pada PadFone E tak jauh berbeda.

Dari sisi tablet, Asus PadFone E menggunakan layar berukuran 10 inci. Sementara smartphone datang dengan layar berukuran 4,7 inci. Kendati berbeda ukuran layar, kedua perangkat ini menggunakan panel bertipe Super IPS dan dibekali dengan resolusi yang sama, yakni 1280×720 pixel (HD 720p). Layar pada kedua perangkat ini juga telah dilengkapi dengan lapisan pelindung Corning Gorilla Glass.

Karena hanya berfungsi sebagai docking untuk smartphone, tablet pada PadFone E tidak dapat digunakan terpisah dari smartphone. Artinya, Anda hanya dapat menggunakan tablet ini ketika smartphone telah dipasang di bagian belakang tablet. Berbekal baterai berkapasitas 5000mAh, tablet ini dapat sekaligus mengisi ulang daya smartphone ketika di masukan di bagian belakang.

Sebagai otak komputasi dari PadFone E, Asus memercayakan performa dan kinerja smartphone buatannya pada prosesor quadcore Snapdragon 400 1,4GHz dan RAM sebesar 1GB. Asus berharap pemakaian prosesor quad-core bisa membantu Anda menjalankan semua aplikasi pada sistem operasi Android 4.3 Jelly Bean tanpa kendala.

Dibandingkan varian PadFone lain, Asus PadFone E ini ditawarkan dengan harga yang lebih murah, yakni sekitar Rp6,8 juta.


Spesifikasi Asus PadFone E


Prosesor
Snapdragon 400 quadcore 1,4GHz Cortex A7
RAM
1GB
Layar
4,7 inci resolusi 1280×720 pixel (smartphone), 10,1 inci resolusi 1280×720 pixel (tablet)
Kamera
Utama 13 megapixel, depan 1,2 megapixel (smartphone), depan 1 megapixel (tablet)
OS
Android 4.3 Jelly Bean
Konektivitas
3G, Wi-Fi, Bluetooth, microUSB, jack audio/mikrofon 3,5 milimeter
Baterai
1820mAh (smartphone), 5000mAh (tablet)
Dimensi
139,6×69,7×9,08 milimeter (smartphone), 263,6×181,5×17,44 milimeter (tablet)
Bobot
126 gram (smartphone), 526 gram (tablet)
 
[komunitas] ANDROID SINJAI
Sekretariat : Corner Cafe Masseddi, Jl. Tekukur No. 1 Kab. Sinjai
Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(Relawan TIK) Kab. Sinjai - Sulawesi Selatan