Tampilkan postingan dengan label Seputar Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Android. Tampilkan semua postingan

Google Umumkan Android 5.0 Lollipop Versi Pengembang

Berbeda dengan rilis sistem operasi Android sebelumnya, untuk Android L dengan versi 5.0 serta kode nama Lollipop ini Google terlebih dahulu mengenalkannya dalam bentu versi pengembang.

Dimana versi Android L tersebut hanya digunakan untuk pengembang dalam membangun aplikasi kedepannya sehingga bisa dan mampu berfungsi dengan baik. Karena Android L versi umum akan segera rilis setelah versi pengembang.

Rilis Android 5.0 Lollipop versi pengembang ini membawa berbagai perubahan dalam hal UI atau tampilan. Terlihat pada status bar, dialer dan setiap aplikasi yang ada dengan desain UI lebih segar. Google juga sudah melakukan desain ulang terhadap transisi animasi sehingga mereka terlihat lebih alami dan cool.

Pemberitahuan bisa terlihat pada lockscreen, dimana Anda bisa langsug membuka dari lockscreen atau menghapusnya dengan cara menggeser notifikasi yang ada. Sedangkan Chrome browser juga mengalami pembaharuan dalam hal performa maupun UI yang ada.

Rilis Android 5.0 Lollipop versi pengembang juga menunjukkan bahwa sudah adanya runtime baru yaitu ART sebagai alternatif Dalvik di versi KitKat. Dengan ART memungkinkan aplikasi untuk berjalan lebih cepat.

Bukan hanya kinerja dan tampilan saja yang ditingkat oleh Google pada rilis Android 5.0 Lolipop nantinya. Google juga meningkatkan kinerja baterai untuk membuatnya lebih baik.

Itulah sedikit bocoran mengenai perubahan yang akan Anda dapatkan pada Android 5.0 Lolipop nantinya. Jika melihat dari segi UI sepertinya akan ada hal yang lebih menarik dibandingkan dengan Android versi sebelumnya.

Sumber : GSMArena




Google Konfirmasi Android 5.0 Bernama Lollipop

Pengguna Android pasti tahu bahwa Android 4.x sudah beroperasi dengan waktu yang lumayan lama sekali, karena dalam versi 4.x tersebut bisa muncul kode nama sebanyak tiga kali. Mulai dari ICS, Jelly Bean hingga KitKat.

Beberapa waktu terakhir ini sempat muncul kabar bahwa Android 5.0 akan segera muncul dengan masih menggunakan nama makanan penutup. Terlebih lagi sudah muncul bocoran gambar yang dianggap sebagai Android 5.0 dengan kode nama yang diawali dengan huruf “L”.

Sebagian orang yang meyakini bahwa Android 5.0 bernama Lollipop, namun ada pula yang menyebut Lemon Meringue Pie, HTC bahkan sudah memberikan sejumlah daftar nama yang mungkin digunakan dimana semuanya adalah nama makanan penutup dengan awalan huruf “L”.

Semua teka-teki Android 5.0 mulai terungkap dengan jelas. Melalui situs Bulgaria Nixanbal yang mendapatkan konfirmasi dari sumber yang bisa dipercaya mengenai Android 5.0 maka Anda bisa melihat kabar yang pasti.

Menurut situs tersebut Android 5.0 bernama Lollipop. Dengan berubahnya dari versi 4.x menuju versi 5.0 kemungkinan besar akan ada perubahan yang cukup besar dari segi tampilan. Sedangkan fitur mengenai Android 5.0 belum ada kabar yang pasti.

Sumber : Phonearena

Android “L” Akan Perkenalkan Kamera Kontrol Manual

Kamera smartphone telah sedikit maju hari ini. Perangkat lunak ini mampu memotret beberapa foto besar yang akan lebih dari menggantikan titik teratur dan menembak kamera. Yang sedang berkata untuk fotografer yang lebih maju, mungkin ada beberapa fitur yang mereka kehilangan yang mungkin hanya dapat ditemukan pada lebih kamera yang canggih, seperti DSLR atau beberapa model kamera mirrorless. Nah kabar baiknya adalah bahwa jika Anda adalah pengguna Android, sepertinya dengan update Android “L”, pengguna dapat segera melihat ke depan untuk kontrol manual penuh pada kamera smartphone mereka.

Ini adalah berkat baru Kamera 2 API bahwa Google telah memperkenalkannya di update. Ini akan memungkinkan para pengembang untuk menambahkan kontrol manual untuk aplikasi mereka, seperti menyesuaikan kecepatannya, warna matriks koreksi, kurva tonemap, auto-exposure/auto kunci white balance, flash trigger, dan sebagainya. Baru Kamera 2 API akan memungkinkan pengguna untuk mengambil foto di RAW dengan dukungan DNG. Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan gambar RAW, itu pada dasarnya gambar yang memiliki paling sedikit pengolahan dilakukan untuk mereka di kamera itu sendiri.

Hal ini memungkinkan fotografer lebih kelonggaran ketika pasca-memproses mereka, seperti menyesuaikan distorsi barrel di Lightroom, memilih pengaturan white balance, dan sebagainya. Cukup menarik tampaknya bahwa kontrol manual yang cukup menjadi topik hangat karena pada WWDC awal bulan ini, Apple memperkenalkan kontrol manual aplikasi kamera default yang akan menjadi bagian dari iOS 8 update perusahaan. Jadi jika Anda ingin kontrol manual pada kamera smartphone Anda, kami kira kedua iOS dan Android adalah beberapa pilihan yang dapat Anda pertimbangkan.

Sumber : Ubergizmo

Google Akan Hentikan Program Nexus dan Diganti “Android Silver”

Google baru saja meluncurkan smartphone andalan mereka yang telah bekerja sama dengan Lg yaitu Nexus 5. Ponsel Nexus sendiri telah diluncurkan oleh pihak Google sejak tahun 2010 sampai sekarang tahun 2014. Google bekerja sama dengan mitra hardware untuk membangun telepon yang menjalankan system operasi terbaru Google Android.

Generasi pertama adalah Nexus One yang pada jamannya telah menggunakan prosessor 1GHz dan generasi selanjutnya memiliki kualitas hardware yang lebih baik tetapi dengan harga yang terjangkau.

Tetapi baru – baru ini ada sejumlah laporan yang menyatakan bahwa Google akan menghentikan program Nexus dan membuat sebuah program baru dengan nama berbeda yaitu Android Silver.

Dengan digantinya dengan Android Silver, Google tetap bekerja sama dengan beberapa pembuat perangkat yang berbeda untuk membuat ponsel yang menjalankan system operasi andalan dari Google yaitu Android. Sehingga Google tidak membuat ponsel sendiri meskipun telah memberhentikan proyek Nexusnya dan kemungkinan LG dan Motorola yang akan membuat ponsel Android Silver pertama.

Meskipun berganti nama tetapi Ponsel Android Silver tetap akan menjadi ponsel andalan dari Google bahkan dalam proyek ini Google memiliki control lebih besar atas software yang digunakan. Android Silver sendiri menawarkan pembaruan software yang lebih cepat dan membatasi perangkat lunak pihak ketiga pada ponsel tersebut.

Dengan pensiunnya Nexus dan proyek baru bernama Android Silver, ucapkan selamat tinggal pada Generasi penerus dari Google Nexus dan ucapkan halo kepada LG G3 Silver atau Motorola Moto X Silver atau sesuatu dengan nama seperti itu.

Sumber : Liliputing

Kursus “Online” Dibuka Google Bikin Aplikasi Android

Memungkinakan banyak pengembang yang membuat berbagai aplikasi karena system operasi Android yang bersifat terbuka (open source). Google coba member solusi atas permasalahan yang terkadang mereka tidak tahu harus memulai dari mana, dengan membuka kelas online untuk membuat aplikasi Android. Google membuat kurus “Developing Android Apps. Android Fundamentals”. Dengan berkerja sama Udacity, organisasi yang menyediakan akses belajar melalui internet untuk siapa saja.

Peserta akan mendapatkan pelatihan pengembangan aplikasi mobile secara umum serta pengembangan Android secara khusus, selain diajarkan bagaimana cara membuat aplikasi Android. Materi khusu berupa video, kuis, dan forum yang bisa di akses secara online di situs Udacity. Dengan menyertakan dokumen – dokumen pembelajaran, contohnya video tutorial dan aplikasi.

Biaya yang dipatok Google untuk kursus online ini adalah 150 dollar AS per bulan, yang dikutip dari The Next Web. Peserta akan mendapatkan kursus gratis selama dua pecan sebagai percobaan. Jika anda tertarik, anda bisa mengunjungi kelas kursus Google ini di situs Udacity.

Sumber : Kompas

6 Seri OS Android ini bakal dimatikan Google

Ada kabar mengejutkan dari Google yang mana menyebutkan jika pihaknya akan mematikan setidaknya enam seri sistem Android dalam waktu dekat. Bahkan keempat seri OS Android sudah distop peredarannya mulai 1 Februari lalu.

Berikut daftar enam seri sistem operasi yang akan dimatikan peredarannya oleh Google.

1. Android Gingerbread
Android GingerBread yang diluncurkan pada Desember 2010 lalu ini sudah dihentikan peredarannya pada smartphone Android baru di pasaran mulai 1 Februari lalu.

Market share Android Gingerbread yang saat ini masih mencapai 21,2 persen dipastikan tidak akan berubah signifikan setelah keputusan ini.

2. Android Honeycomb
Seri Honeycomb juga akan dilarang untuk digunakan smartphone buatan perusahaan OEM yang bekerja sama dengan Google.

Memang OS ini kurang begitu diminati di pasaran. Honeycomb yang mulai beredar di pasaran pada 15 Februari 2011 ini tercatat digunakan hanya di 0,1 persen perangkat Android yang beredar di pasaran.

Google mulai menghentikan peredaran OS ini di smartphone Android baru mulai 1 Februari lalu.

3. Android Ice Cream Sandwich
Android Ice Cream Sandwich yang saat ini masih digunakan di 16,9 persen perangkat smartphone Android secara global ini juga sudah dilarang di pakai di smartphone baru yang akan meluncur ke pasaran mulai 1 Februari lalu.

Android Ice Cream Sandwich sendiri sudah beredar di pasaran sejak 16 Desember 2011 lalu.

4. Android 4.1 Jelly Bean
Android 4.1 Jelly Bean yang sudah beredar di pasaran lebih dari satu tahun ini juga akan distop peredaran di perangkat smartphone baru per tanggal 1 Februari lalu.

Jadi dipastikan jika smartphone Android yang meluncurkan ke pasaran setelah tanggal 1 Februari tidak akan menggunakan Android 4.1 Jelly Bean lagi.

Saat ini sendiri, Android 4.1 Jelly Bean tercatat telah digunakan di 35,9 persen perangkat Android secara global.

5. Android 4.2 Jelly Bean
Android 4.2 Jelly Bean yang hadir pada November 2012 juga tidak luput akan diberhentikan peredarannya oleh Google.

Rencananya, sistem operasi yang digunakan di 15,4 persen perangkat Android ini akan dilarang digunakan di smartphone keluaran terbaru mulai 24 April 2014 mendatang.

6. Android 4.3 Jelly Bean
Google juga dikabarkan akan memutuskan peredaran Android 4.3 Jelly Bean yang baru saja hadir pada Juli 2013 lalu.

Dilaporkan jika per tanggal 31 Juli 2014, perusahaan smartphone seperti Samsung, Sony, HTC, Lenovo, Huawei, dan lainnya tidak diperbolehkan menggunakan Android 4.3 Jelly Bean di smartphone terbaru mereka. Perusahaan ini wajib menggunakan Android 4.4 KitKat di smartphone yang meluncur setelah tanggal tersebut.

Sumber : http://www.merdeka.com/

Setelah KitKat, nama Android selanjutnya adalah Ladoo?

Sebuah laporan dari India menyebutkan jika kemungkinan besar nama dari OS Android selanjutnya adalah Laddo.
 
Laporan yang diunggah oleh situs jual beli Pricebaba, India, yang dilansir Oleh Softpedia (9/9) ini menyebutkan jika kerja sama antara pihaknya dan Google berhasil, maka versi Android setelah Android 4.4 KitKat akan bernama Android Ladoo.

Ladoo sendiri merupakan sebuah makan manis khas India yang terbuat dari bahan tepung, kapulaga, cengkeh, dan kacang mete. Laddo sendiri berbentuk seperti bola dan memiliki warna kuning.

"Kami masih mencintai Android dan kami berkomitmen untuk melihat versi Android yang didedikasikan untuk manisan India. Dengan pemberitahuan akan keinginan kami saat ini, kami meminta Anda (Google) untuk menamai versi Android berikutnya dengan nama Ladoo," tulis pihak Pricebaba di situsnya.

Android 4.4 KitKat sendiri sebenarnya merupakan nama pengganti dari Android Key Lime Pie. Dikabarkan jika penggantian ini selain dikarenakan tidak banyak orang mengetahui kue Key Lime Pie, disebutkan jika ada keuntungan bisnis yang dikejar Google dengan mengangkat nama KitKat dari bekerja sama dengan perusahaan Nestle.

Sumber : http://www.merdeka.com

Akses Situs Porno di Android Bakal Didenda Jutaan Rupiah?

Para peneliti telah menemukan sebuah malware jenis baru yang akan memblokir handset Android sampai pengguna bersedia membayar uang tebusan. Malware baru ini dijuluki ‘Android-Trojan.Koler.A’ dan akan muncul sebagai sebuah pop-up di layar dengan logo FBI.

Serangan malware itu dengan cerdik akan menuduh bahwa pengguna telah menonton serta menyimpan konten pornografi ilegal. Android-Trojan.Koler.A bahkan akan langsung mengunci ponsel pengguna dan baru akan bisa berfungsi normal jika pengguna mau membayar uang tebusan atau denda sebesar US$ 300 sekitar Rp 3,5 juta.

"Anda dituduh melakukan kejahatan yang melanggar hukum pidana Amerika Serikat dalam Pasal 161," demikian pesan peringatan tersebut, seperti dikutip dari laman Cult of Android, Jumat (9/5/2014).

Bukan itu saja, malware tersebut juga akan menggunakan data geolocation serta informasi lain untuk menghadirkan peringatan yang menyertakan lokasi serta alamat IP pengguna. Bagi pemula, ancaman ini tentunya sangat menakutkan dan mereka akan mengira bahwa ini benar-benar peringatan dari FBI.

Untuk sementara ini para peneliti belum bisa memberantas Android-Trojan.Koler.A. Pengguna memang bisa menutup pop-up yang muncul dengan cara menekan tombol home agak lama. Namun timer di dalam malware akan kembali mengaktifkan pop-up tersebut, beberapa detik kemudian.

Agar terhindar dari serangan malware ini, satu-satunya cara yang efektif adalah jangan mengunjungi situs pornografi yang menyediakan konten ilegal atau men-download file APK dari situs-situs yang mencurigakan.

Android-Trojan.Koler.A sendiri diketahui sebagai malware jenis ransomware yang sebelumnya menyerang platform desktop pada tahun 2013. Cara kerjanya pun sama dengan yang ada pada perangkat Android, yang mana para hacker akan membuka akses komputer jika pengguna bersedia membayar uang tebusan
 
Sumber : http://m.liputan6.com

Andy Rubin, Sosok Fenomenal di Balik Pencipta Android

Nama besar Android sudah melekat erat dengan perusahaan teknologi raksasa Google. Sistem operasi Android kini telah memasuki versi ke sepuluh, dan yang terbaru adalah Android KitKat.

Tahukah Anda siapa sosok penting di balik yang menciptakan Android? Dia adalah Andy Rubin, lahir pada tahun 1962 dan dibesarkan di Chappaqua, New York. Rubin adalah putra dari seorang psikolog yang kemudian mendirikan perusahaan direct marketing sendiri.

Rubin mengawali karir engineering-nya di bidang robotik, passion-nya adalah membangun mesin pintar (intelligence machines). Sebelum bergabung dengan Apple, Rubin awalnya bekerja sebagai manufacturing engineer pada tahun 1990-an. Dia bekerja untuk perusahaan manufaktur Jerman bernama Carl Zeiss sebagai robotic engineer.

Pada Oktober 2003, Rubin mendirikan perusahaan startup Android, Inc. di Palo Alto, California, bersama rekannya yang lain yaitu Rich Miner, Nick Sears, Chris White. Awalnya mereka berencana mengembangkan sebuah sistem operasi canggih untuk kamera pintar, namun akhirnya sadar bahwa pasar kamera pintar tidak cukup besar. Mereka pun mengubah haluan memproduksi sistem operasi untuk smartphone yang memang tengah naik daun saat itu.

Andy Rubin dikenal sebagai sosok yang gemar ngoprek dan menyenangi hal-hal canggih. Saking geek-nya, menurut New York Times, rumah Rubin dilengkapi beragam peralatan canggih.

Misalnya, untuk masuk ke rumah Rubin tak menggunakan kunci. Ia hanya perlu memindai (scan) retina matanya ke sebuah alat pemindai. Jika retina Anda sesuai, maka kunci rumah akan terbuka secara otomatis. Home theater system di rumahnya juga dibuat secara canggih. Di halaman rumahnya terdapat sejumlah mainan helikopter yang telah dia program untuk terbang secara otomatis.

Android Inc. kemudian diakuisisi oleh Google pada Agustus 2005. Sejumlah orang inti di Android Inc., termasuk Rubin, Miner, dan White, diajak ke Google pasca diakuisisi.

Di Google, Rubin memimpin tim tersebut untuk mengembangkan sebuah platform perangkat mobile berbasis kernel Linux. Google kemudian memasarkan platform tersebut ke para pembuat handset dan operator, dan berjanji akan menyediakan sistem yang fleksibel dan mudah di-upgrade.

Sejak Android dibeli Google pada tahun 2005, Andy Rubin dianggap sebagai orang yang tepat untuk memimpin pengembangan sistem operasi robot hijau itu. Di bawah kepemimpinan Rubin, Android menjadi sistem operasi yang menguasai lebih dari separuh pangsa pasar smartphone di dunia. Tak heran jika Rubin juga menjadi salah satu eksekutif Google yang paling dikenal.

Namun pada bulan Maret 2013, Andy Rubin mundur dari jabatannya sebagai bos Android di Google. Tapi Rubin masih berada di Google, dan kabarnya ia akan fokus mengerjakan proyek masa depan yang terkait dengan robotik, bidang yang memang ia sukai.

Sumber : http://m.liputan6.com

Android Dipuji Sebagai OS Hebat bagi Developer

Android saat ini adalah sistem operasi (OS) mobile paling populer di dunia. Pujian pun mengalir untuk OS milik Google tersebut, termasuk dari sang Chief Executive Officer (CEO), Larry Page.

Saat ini tersebar lebih dari satu miliar perangkat Android di dunia dan jumlahnya diprediksi akan terus bertambah. Sehingga dengan dominasi Android, peluang para developer yang mengembangkan aplikasi untuk OS itu pun terbuka lebar.

Page pun menilai Android adalah platform yang mengagumkan bagi developer. Menurutnya, penghasilan yang didapatkan para developer saat ini jauh lebih tinggi daripada satu tahun sebelumnya. Kehadiran toko aplikasi Android, Google Play, juga memainkan peran penting dalam pertumbuhan OS tersebut.

"Ide di balik Google Play ini adalah Anda bisa mendapatkan aplikasi, film, buku, dan musik dari satu tempat. Kemudian, Anda bisa memainkannya di perangkat apa pun tanpa harus melakukan sinkronisasi terus menerus," jelas Page, seperti dilansir Softpedia, Senin (19/5/2014).

Ia menekankan bahwa kesederhanaan homepage Google banyak memberikan kontribusi untuk sukses besar selama enam tahun terakhir. Pada dasarnya, hal tersebut bisa diimplementasikan ke portofolio produk Google.

"Prinsip yang sama bisa diterapkan di seluruh produk kami, khususnya sekarang, dengan semakin banyaknya perangkat dan pilihan," ungkap Page.

Google sendiri dilaporkan tengah menyiapkan serangkaian perubahan besar untuk User Interface (UI) Android. Bahkan banyak aplikasi inti di Android dilaporkan mulai menyesuaikan dengan prinsip-prinsip desain baru. 

Sumber : http://m.liputan6.com

Saingi Jokowi, Prabowo Ikut Beraksi di Aplikasi Android

Seakan tak mau kalah dari Jokowi, calon presiden (capres) dari Partai Gerindra, Prabowo pun kini beraksi di Google Play Store lewat game Android bertajuk 'Prabowo The Asian Tiger'. Game bergenre endless runner ini dikembangkan oleh pengembang aplikasi lokal bernama Sumarson.

Secara gameplay, game berukuran 20 MB dan dapat diunduh secara gratis ini tidaklah berbeda dengan kebanyakan game bergenre serupa. Gamer diharuskan berlari melewati berbagai rintangan dan medan sulit yang menantang. Keberhasilan akan dinilai dari seberapa jauh gamer mampu menavigasikan karakter Prabowo melewati rintangan-rintangan tersebut.


"Prabowo The Asian Tiger adalah runner game yang sangat menarik. Dalam game ini Anda akan memainkan karakter Prabowo, nikmati berlari tanpa akhir dan mengalahkan berbagai rintangan. Tunjukkan bagaimana cara Anda mengalahkan rintangan," demikian deskripsi permainan yang tertera pada laman Google Play Store.

Sebelum Prabowo, calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jokowi, telah lebih dulu hadir di Google Play Store. Bahkan tak cuma satu aplikasi yang menampilkan Jokowi sebagai karakter utamanya.

Terdapat sejumlah judul game Android seperti Jokowi Jump, Jokowow, Jokowi Jumper, Ayo Jokowi, JokowiMan, dan masih banyak lagi.

Eksistensi kedua capres Republik Indonesia di sektor aplikasi perangkat mobile menjelang gelaran Pemilihan Umum Presiden yang bakal berlangsung Juli 2014 mendatang sedikit banyak memang dapat dijadikan tolak ukur popularitas keduanya. Sejauh ini di sektor aplikasi Android Jokowi patut diakui masih lebih populer dibandingkan Prabowo.



Sumber : www.liputan6.com

Dominasi Pasar, tapi Android Keok di Trafik Internet Smartphone

Mengejutkan. Meskipun OS Android merajai pasar smartphone dunia, namun soal penggunaan internet via Android, masih kalah dengan rivalnya utamanya, iOS.

Laporan Chitika Insight di Amerika Utara, pada April lalu, pengguna iPhone mendominasi trafik internet smartphone, hingga mencapai 53,1 persen. Android hanya menyumbang pemanfaatan internet oleh droiders hanya 44.5 persen.

Dalam Apple Insider, Senin lalu, dinyatakan bahwa smartphone berbasis iOS di satu sisi, dengan smartphone berbasis OS Android terus berkejaran, dan saat ini kedua menghasilkan selisih yang cukup besar.

OS lain yang ikut bertanding, yakni OS Windows Phone dan BlackBerry nampaknya sulit sekali mendapat tempat di hati konsumen.

Windows Phone hanya memiliki kontribusi sebesar 1 persen dalam trafik internet smartphone, sedangkan BlackBerry 0,8 persen.

Dengan hasil ini, iPhone dan smartphone Android tidak hanya menguasai pangsa pasar smartphone. Melainkan juga dalam hal trafik internet.

Chitika menilai Microsoft harus bekerja keras untuk menjadikan Windows Phone sebagai OS mobile ketiga yang kompetitif. iOS dan Android diprediksi akan terus melanjutkan dominasi.

"Dengan datarnya pertumbuhan OS selama beberapa bulan terakhir, kemungkinan Apple dan Google akan tetap menjadi bertahan di posisi depan," jelas perusahaan tersebut dalam laporannya.

Sumber : http://www.android-indonesia.com

Android Naik Kelas dengan Android Silver

Google akan segera menaikkan standar sistem operasi Android dengan menghadirkan versi Android Silver. Bisa dibilang, Android Silver ini merupakan Android versi premium.

Android Silver sejatinya merupakan versi lebih luas dari program Nexus. Maksudnya, selama ini smartphone Nexus merupakan piranti yang datang sebagai standar dari fitur-fitur terbaru di Android.

Nah, dengan Android Silver maka program Nexus akan dimatikan. Sebagai gantinya Google akan menganndeng mitra OEM seperti Samsung, LG, atau Motorola untuk membuat standar dari sisi perangkat lunak dan hardware.
 
Android Silver ini akan menawarkan berbagai pembaharuan dari sisi fitur ataupun hardware, sebelum dilempar ke mitra OEM lainnya.

Soal kedatangannya, Android Silver ini dibocorkan akan hadir pada Pebruari 2015. Hal tersebut datang dari akun Evleaks yang biasa membocorkan sesuatu yang baru di dunia teknologi.

Belum ada komentar dari Google mengenai Android Silver ini. Termasuk apakah ini akan menutup kehadiran Nexus selama-lamanya.

Sumber : http://inet.detik.com

Perkembangan Versi OS Android dari Masa ke Masa

Sejak awal diakuisisinya Android Inc. oleh Google telah tercipta beberapa versi Android yang diberinama secara abjad dari versi pertama yang dinamai Astro, kemudian versi 1.5 mulai dinami dengan nama makanan pencuci mulut (dessert) yaitu Cupcake hingga yang terbaru saat ini Ice Cream Sandwich. Bagi sobat yang penasarn seperti apa perkembangan versi OS Android ini dari masa ke masa, pada tulisan ini kami akan menyajikannya khusus buat sobat setia Androbana. Tapi kami sarankan sebelumnya sobat membaca terlebih dahulu mengenai Apa itu Android?. Oke jika sudah langsung saja, mari kita simak.

Perkembangan Versi OS Android

Android Beta
Pertama kali dirilis pada 5 November 2007, kemudian pada 12 November 2007 Software Development Kit (SDK) dirilis oleh Google.

Android 1.0 (Astro)
Pertama kali dirilis pada 23 Spetember 2008. Sebenarnya Android versi pertama ini akan dinamai dengan nama "Astro" tapi karena alasan hak cipta dan trademark nama"Astro" tidak jadi disematkan pada versi pertama dari OS Android ini. HTC Dream adalah ponsel pertama yang menggunakan OS ini. Berikut penampakan HTC Dream.
HTC Dream Ponsel Android Pertama
Pada android versi pertama ini sudah mulai diperkenalkan Android Market, tempat untuk mendownload berbagai macam aplikasi dan update untuk Android. Kemudian terdapat fitur syncronisasi dengan berbagai layanan Google lainnya seperti Google Contact, Calender, Maps, Talk, dan lainnya.


Android 1.1 (Bender)

Pertama kali dirilis pada 9 Februari 2009. Versi Android kedua ini juga mengalami masalah penamaan yang sama dengan versi pertamanya. Pada awalnya Android ini akan diberi nama "Bender" akan tetapi karena alasan melanggar trademark, nama "Bender" tidak jadi disematkan pada versi Android ini. Awalnya versi OS Android ini dirilis untuk perangkat T-Mobile G1 saja. Versi ini merupakan update untuk memperbaiki beberapa bugs, mengganti API dan menambahkan beberapa fitur. Berikut penampakan home screen OS Android v.1.1.
Android v.1.1


Android 1.5 Cupcake
Pertama kali dirilis pada 30 April 2009. Nah, mulai versi Android ini penamaan menggunakan nama makan pencuci mulut (dessert) mulai digunakan, karena ini merupakan versi yang ketiga maka penamaan diawali dengan huruf "C" dan jadilah "Cupcake" menjadi nama resmi dari versi OS Android ketiga ini. OS ini berbasiskan pada kernel Linux 2.6.27 dan menambahkan beberapa update serta UI baru dari versi Android sebelumnya. Mulai terdapat "widget" yang dapat dibesar kecilkan. Kemudian ditambah kemampuan untuk meng-upload video dan gambar ke Youtube dan Picasa.
Android 1.5 Cupcake


Android 1.6 Donut
Dirilis pertama kali pada 15 September 2009. Terdapat peningkatan pada fitur pencarian dan UI yang lebih user friendly. Pada versi ini juga sudah mendukung teknologi CDMA/EVDO, 802.1x, VPNs. Kemudian support layar dengan resolusi WVGA. Berikut penampakan Android v1.6 Donut.
Android v1.6 Donut


Android 2.0/2.1 Enclair
Dirilis pertama kali pada 9 Desember 2009. Terjadi penambahan fitur untuk pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1. Beberapa versi updatenya antara Android v.2.0 kemudian v2.0.2 dan terakhir v.2.1.

Android 2.2 Frozen Yoghurt (Froyo)
Dirilis pertamakali pada 20 Mei 2010 pada smartphone Google Nexus One. Pada versi ini sudah support terhadap Adobe Flash Player 10.1. Peningkatan pada kecepatan membuka dan menutup aplikasi, serta penggunaan SD Card sebagai tempat penyimpanan aplikasi. Ketika Android Froyo hadir mulai muncul banyak diskusi yang membahas mengenai persaingan antara Android dengan iOS yang akan semakin ketat di masa yang akan datang. Beberapa versi update yang dirilis antara lain Android v.2.2.1 hingga v.2.2.3.
Android 2.2 Frozen Yoghurt (Froyo)


Android 2.3 Gingerbread
Pertama kali diperkenalkan pada 6 Desember 2010. Terjadi banyak peningkatan pada versi Android yang satu ini dibandingkan dengan versi sebelumnya. Dirancang untuk memaksimalakan kemampuan aplikasi dan game. Serta mulai digunakannya Near Field Communication (NFC). Perbaikan terhadap dukungan layar resolusi WXGA dan diatasnya. Beberapa versi update yang dirilis antara lain v.2.3.3 hingga v.2.3.7. Sampai saat ini Android Gingerbread merupakan versi Android yang memiliki pengguna terbanyak dibandingkan dengan seri Android lainnya, yaitu mencapai 65% dari seluruh versi Android yang dirilis.


Android 3.0/3.1 Honeycomb
Pertama kali diperkenalkan pada 22 Februari 2011 dan Motorola Xoom adalah yang pertama kali menggunakannya. Android versi ini merupakan OS yang didesain khusus untuk pengoptimalan pengunaan pada tablet PC.
Android 3 Honeycomb


Android 4.0 Ice Cream Sandwich
Sampai tulisan ini ditulis ICS merupakan versi Android yang paling anyar. Pertama kali dirilis pada 19 Oktober 2011. Smartphone yang pertama kali mengunakan OS Android ini adalah Samsung Galaxy Nexus. Secara teori semua perangkat seluler yang menggunakan versi Android sebelumnya, Gingerbread, dapat di-update ke Android Ice Cream Sandwich. Namun sayangnnya sampai saat ini kebanyak smartphone yang menggunakan Android ICS merupakan smartphone kelas high-end yang dijual dengan harga cukup mahal. Mungkin karena alasan inilah distribusi versi Android satu ini tidak lebih dari 8% sampai pertangahn tahun 2012 ini.Berikut diagram distribusi OS Android berdasarkan versi-nya.

Distribusi OS Android berdsarkan versi


Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Android_version_history

Itulah perjalanan perkembangan Operating System Android dari masa ke masa. Meski belum genap 4 tahun OS Android hadir di pasar ponsel seluler namun saat ini operating system yang dinaungi oleh Google ini semakin mendekati posisi iOS sebagai penguasa sistem operasi mobile di dunia. Demikian tulisan kami tentang Perkembangan Versi OS Android dari Masa ke Masa.


Ini Dia 3 Sistem Operasi Penantang Android


KOMPAS.com - Setelah sistem operasi Android yang bersifat terbuka (open source) sukses di pasar global, segera datang tiga sistem operasi mobile open source lainnya di tahun 2013 ini. Mereka adalah Tizen, Firefox OS, dan Ubuntu. Ketiganya tentu bermimpi ingin seperti si robot hijau!

Android pertama kali diciptakan oleh perusahaan Android Inc, yang berkantor di Palo Alto, California. Mereka membangun Android dengan inti program (kernel) Linux.

Perusahaan raksasa internet Google kemudian membeli seluruh saham Android Inc pada Agustus 2005. Para pendiri Android pun akhirnya bekerja untuk Google, seperti Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White.

Untuk lebih memajukan dan mempopulerkan Android, maka Eric Schmidt yang kala itu menjabat sebagai CEO Google, membentuk Open Handset Alliance (OHA) pada 6 November 2007.

OHA adalah sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Google, dan sampai saat ini OHA sudah beranggotakan 84 perusahaan yang bergerak di bidang hardware, software, perancang prosesor, telekomunikasi, dan operator seluler dari seluruh dunia.

Perusahaan ternama anggota OHA antara lain adalah HTC, Motorola, Samsung, LG, Asustek Computer, Toshiba, Sony, Dell, Lenovo, Intel, Nvidia, ARM Holdings, Broadcom Corporation, Atheros Communications, Marvell Technology Group, Qualcomm, Sprint Nextel, T-Mobile, Vodafone Group, Garmin Ltd, PacketVideo, Softbank, Texas Instruments, dan sebagainya.

Google mulai serius mengembangkan Android untuk masuk ke pasar perangkat mobile global dengan merilis Android versi 1.1 pada Maret 2009. Android bebas diadopsi oleh para produsen perangkat mobile. Bahkan, kini ia diadopsi oleh perangkat kamera dan televisi.

Google pun merilis kode sumber (source code) Android untuk pengembang aplikasi. Ini merupakan rayuan agar para pengembang mau menciptakan aplikasi untuk Android yang akan ditempatkan dalam toko aplikasi online Google Play Store (dahulu bernama Android Market).

Dua bulan kemudian, Google merilis Android versi 1.5 dengan kode nama Cupcake. Dari sinilah dimulai penamaan kode nama versi Android menggunakan nama-nama kue.

Dikembangkan oleh raksasa internet Google dan didukung oleh konsorsium OHA yang beranggotakan 84 perusahaan, Android berhasil menjadi sistem operasi mobile nomor satu, menggilas BlackBerry dari Research In Motion (RIM), Symbian dari Nokia, dan Windows Mobile (sekarang Windows Phone) dari Microsoft.

Lawan berarti Android saat ini hanyalah iOS besutan Apple, yang juga memiliki ekosistem kuat untuk urusan aplikasi. Tahun 2013, ketersediaan aplikasi Android dan iOS, masing-masing akan tembus 1 juta aplikasi.

Tizen
(open source) yang memakai inti program (kernel) Linux. Bukan hanya untuk ponsel pintar dan tablet saja, Tizen juga dirancang untuk perangkat multimedia dalam kendaraan, televisi dan sebagainya.

Ia menjadi proyek besar organisasi Linux Foundation bersama perusahaan elektronik Samsung dan produsen prosesor Intel.

Samsung dan Intel merupakan donator Linux Foundation. Keduanya duduk di dewan yayasan dan memegang pengawasan lebih besar dalam proyek Linux, termasuk sistem operasi mobile Tizen. Mereka berperan dalam urusan teknis perangkat keras.

Tizen mendapat dukungan dari operator seluler Sprint Nextel asal AS pada 7 Mei 2012, yang berkomitmen turut menjual produk Tizen di masa depan. The Automotive Grade Linux Workgroup, yang notabene adalah pemain dalam teknologi otomotif, juga menyatakan diri bergabung dalam Tizen Association.

30 April 2012, dirilislah sistem operasi Tizen versi 1.0 dengan kode nama Larkspur. Kemudian pada 25 September 2012, Tizen versi 2,0 berstatus alpha dirilis dengan kode nama Magnolia. Tizen 2.0 versi penuh akan dirilis pada Januari 2013.

Samsung akan merilis ponsel pintar dengan sistem operasi Tizen 2.0 di kuartal pertama tahun 2013 ini.

Akuisisi Google atas Motorola Mobility sempat meragukan beberapa produsen Android, yang khawatir Google akan menganakemaskan Motorola dalam industri ponsel pintar Android. Langkah Samsung mendukung proyek Tizen ini disebut-sebut sebagai upaya agar tak bergantung sepenuhnya pada Android.

Firefox OS
Ada pula sistem operasi mobile open source bernama Firefox OS. Ia dikembangkan oleh Mozilla Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang menciptakan perangkat lunak peramban (browser) Firefox dengan logo rubah api.

Firefox OS merupakan penamaan ulang dari proyek "Boot to Gecko" (B2G), yang pada mulanya juga proyek sistem operasi mobile berbasis web terbuka dari Mozilla. Proyek B2G diumumkan Mozilla pada 25 Juli 2011.

Organisasi yang berkantor di Mountain View, Amerika Serikat ini mengatakan, Firefox OS akan menjadi ekosistem mobile yang sepenuhnya terbuka. Dibangun sepenuhnya pada standar web terbuka dan aplikasi yang dikembangkan dengan teknologi HTML5.

Mozilla berharap dapat membuka peluang bagi pengembang aplikasi untuk membangun aplikasi di Firefox OS. Mereka pun telah merancang toko aplikasi online yang kelak diberi nama Firefox Marketplace.

Segenap dukungan telah didapat Mozilla untuk proyek Firefox OS. Produsen perangkat mobile ZTE dan TCL, yang keduanya berasal dari China, siap memproduksi perangkat bersistem operasi Firefox OS. Kedua produsen akan menggunakan prosesor Snapdragon dari Qualcomm. Para pendukung berharap dapat merilis ponsel pintar Firefox OS tahun 2013.

Beberapa operator seluler juga menyuarakan dukungan untuk Firefox OS. Ada Deutsche Telekom (induk perusahaan T-Mobile), Etisalat (yang beroperasi di 18 negara termasuk Timur Tengah, Asia dan Afrika), Sprint di Amerika Serikat, dan Telefónica di Spanyol.

Ubuntu
Dari sistem operasi komputer pribadi, Ubuntu menjelma sebagai sistem operasi perangkat mobile. Sama seperti Tizen dan Android, Ubuntu dibangun dengan kernel Linux.

Canonical asal Inggris, selaku pengembang Ubuntu, mengumumkan keberadaan Ubuntu untuk perangkat ponsel pintar pada Kamis, 3 Januari 2013.

Ubuntu mobile dirancang agar dapat berjalan di perangkat dengan prosesor berarsitektur ARM dan X86. Canonical pun ingin agar Ubuntu dapat menjangkau segmen pasar kelas menengah ke bawah, dan menengah ke atas.

Untuk merayu pengembang aplikasi, Canonical berjanji untuk merilis Application Programming Interface (API) agar para pengembang mau membangun aplikasi di Ubuntu.

Canocical berharap perangkat berbasis Ubuntu dapat dirilis pada akhir 2013. Namun, belum diketahui produsen apa yang akan mengadopsi dan memasarkan perangkat tersebut.

Ketiga sistem operasi open source baru di atas tentu sedang bermimpi bisa tumbuh dan sesubur Android. Mereka berharap mendapat siraman dukungan dari industri teknologi, operator seluler, pengembang aplikasi, dan diterima di hati masyarakat. Dukungan dan ekosistem yang kuat ini membuat si robot hijau layak disebut "pintar."

Dari ketiganya, manakah yang akan menjadi The Next Android?

Sama seperti Android, Tizen merupakan sistem operasi bersifat terbuka.

Sumber : http://tekno.kompas.com

Robot Mabuk, Cikal Bakal Maskot Android

KOMPAS.com - Maskot robot hijau untuk Android saat ini bisa disebut sebagai salah satu ikon paling dikenal dalam jagat teknologi. Pada mulanya, seorang karyawan Google yang bekerja sebagai pemrogram perangkat lunak pernah mendesain maskot Android seperti robot yang sedang mabuk.

Karyawan itu bernama Dan Morrill yang khusus berhubungan dengan pengembang aplikasi. Morrill mempublikasi beberapa gambar di jejaring sosial Google+ miliknya, Kamis (3/1/2013). Ia berbagi cerita tentang desain maskot Android buatannya yang ditampilkan dalam rapat internal Google.

Sekitar tahun 2007, ketika Android belum diperkenalkan secara resmi, Morrill dan tim diharuskan memberi presentasi di internal Google, tentang Application Programming Interface (API) Android yang akan dirilis untuk pengembang aplikasi.

Karena Morrill dan kawan-kawan terlalu sibuk menyusun kode bahasa pemrograman, mereka tak sempat mendesain logo untuk Android. Tim Android ingin segera merampungkan API.

Dengan terburu-buru, Morril mendesain maskot Android yang nampak seperti robot mabuk. Matanya dibuat melingkar-lingkar dengan ekspresi yang tak karuan. Ia mengakui dirinya amatir soal desain grafis. Namun, ia tetap memasukkan gambar robot mabuk itu dalam materi presentasi.

API dan Android disambut hangat oleh internal Google, tapi tidak dengan maskot robot mabuk, Maskot itu kemudian dijuluki Dandroids, tentu saja itu hanya candaan yang mungkin terinspirasi dari nama Dan Morrill.

Beberapa waktu kemudian, Morrill lanjut berkisah, seseorang bernama Irina Blok mempresentasikan karyanya yang berjudul "bugdroid." Blok mendesain robot hijau yang lucu, tapi gagah, yang kemudian jadi maskot resmi Android.

"Ini lucu. Sangat terlihat bagaimana kerja seorang profesional desain grafis memiliki kualitas lebih tinggi dibandingkan seorang amatir?" kata Morrill.


Sistem operasi mobile Android pertama kali diciptakan oleh perusahaan Android Inc, yang berkantor di Palo Alto, California. Mereka membangun Android dengan inti program (kernel) Linux.

Perusahaan raksasa internet Google kemudian membeli seluruh saham Android Inc pada Agustus 2005. Para pendiri Android pun akhirnya bekerja untuk Google, seperti Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White.

Google mulai serius mengembangkan Android untuk masuk ke pasar perangkat mobile global dengan merilis Android versi 1.1 pada Maret 2009. Android bebas diadopsi oleh para produsen perangkat mobile. Bahkan, kini ia diadopsi oleh perangkat kamera dan televisi.

Google pun merilis kode sumber (source code) Android untuk pengembang aplikasi dan menyediakan toko aplikasi online Google Play Store (dahulu bernama Android Market).

Dua bulan kemudian, Google merilis Android versi 1.5 dengan kode nama Cupcake. Dari sinilah dimulai penamaan kode Android berdasarkan nama kue dan sesuai urutan abjad (yang dimulai dari C: Cupcake). Berikut versi dan kode nama Android dari masa ke masa:

- Android versi 1.1
- Android versi 1.5 (Cupcake)
- Android versi 1.6 (Donut)
- Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
- Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
- Android versi 2.3 (Gingerbread)
- Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
- Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich)
- Android versi 4.1/4.2 (Jelly Bean)
- Android versi 4.4 (KitKat)

Sumber : http://tekno.kompas.com

Kisah Unik di Balik Pemilihan "KitKat" untuk Android 4.4

KOMPAS.com — Google tidak jadi memilih nama "Key Lime Pie" untuk Android versi terbaru. Perusahaan lebih memilih nama "KitKat" untuk sistem operasi Android versi 4.4.

Keputusan pemakaian nama merek dagang produk makanan cokelat itu dipandang beberapa pihak sebagai kudeta pemasaran perusahaan Nestle yang dikenal sebagai produsen produk makanan dan minuman.

Namun, Google membantah anggapan itu dan menyatakan bahwa tidak ada pihak yang memberi bayaran atas keputusan ini.

"Ini bukan soal uang, perubahan, kesepakatan," kata Direktur Kemitraan Android di Google, John Lagerling, kepada BBC, Selasa (3/9/2013). Sebaliknya, dia menegaskan, ide ini sepenuhnya dilakukan untuk sesuatu yang menyenangkan dan tak terduga.

Simon Myers, seorang pakar dan konsultan pemasaran, memperingatkan bahwa ada potensi saling menjatuhkan dalam kesepakatan yang dilakukan Google dan Nestle. "Jika merek Anda terhubung dengan yang lain, Anda pasti menjadi terkait dengan merek lain, baik maupun buruk," tutur Myers.

Jika suatu merek punya masalah reputasi, maka pemilik merek yang lain akan terpengaruh nama baiknya.

Sebagai perusahaan pemberi layanan internet dan perangkat lunak, Google tidak lepas dari bermacam kontroversi, mulai dari isu privasi sampai sengketa paten. Android sendiri disebut Pemerintah AS sebagai sistem operasi yang banyak dijangkiti program jahat dibandingkan sistem operasi lain.

Sementara Nestle sempat menghadapi kritik pada masa lalu ketika perusahaan mempromosikan susuk bubuk untuk bayi di negara-negara berkembang.

Selamat tinggal Key Lime Pie, selamat datang KitKat

Rumor yang beredar selama ini memang mengindikasikan bahwa Android versi berikutnya akan menggunakan nama dengan huruf depan "K". Nah, nama yang selama ini disebut-sebut adalah Key Lime Pie. Bahkan, para karyawan Google sudah terbiasa menggunakan nama Key Lime Pie untuk menyebut Android terbaru.

Akan tetapi, Lagerling berkisah, nama itu tidak jadi digunakan setelah perusahaan menyadari bahwa sangat sedikit orang yang benar-benar tahu rasa Key Lime Pie.

"Salah satu makanan ringan yang kita simpan di dapur kantor untuk menemani para pemrogram kami bekerja hingga larut malam adalah KitKat. Dan, seseorang berkata, 'Hai, kenapa kita tidak menyebutnya KitKat'."

Setelah ide itu terlintas, Lagerling mengaku Google segera menghubungi pihak Nestle. Keesokan harinya, perusahaan asal Swiss itu mengundang tim Google Android dalam konferensi panggilan telepon. Nestle menyatakan kesediaannya dalam waktu 24 jam kemudian.

"Terus terang, kami memutuskan dalam waktu satu jam untuk mengatakan mari kita lakukan ini," tegas Kepala Pemasaran Nestle, Patrice Bula, kepada BBC.

Dia mengakui ada risiko merek dagang KitKat akan tercoreng atau bahkan rusak jika sistem operasi Android versi 4.4 ini didapati ada gangguan atau rentan terhadap program jahat. "Mungkin saya akan dipecat," kata Bula dengan nada bercanda.

Bagi Nestle, ini merupakan cara baru dalam berkomunikasi ketimbang harus melakukan pemasaran dengan cara-cara tradisional.

Para eksekutif kedua perusahaan ternyata menggelar pertemuan rahasia untuk membicarakan rencana kerja sama ketika acara Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol, pada Februari 2013. Hingga akhirnya, terciptalah maskot Android berwarna coklat dengan logo KitKat di dadanya.

"Menjaga rahasia adalah penting untuk strategi Google. Benar-benar tidak bocor," tukas Bula.

Sekarang, Nestle berencana membagikan lebih dari 50 juta cokelat dengan bentuk maskot Android KitKat ke toko-toko di 19 negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Brasil, India, Jepang, dan Rusia.

Patung maskot Android KitKat saat ini terpampang di kantor pusat Google di Mountain View, California, AS. Banyak karyawan Google yang terkejut dengan patung tersebut dan baru mengetahui bahwa kode nama Android 4.4 adalah KitKat.

"Saya pikir ini menjadi kejutan besar bagi banyak orang, termasuk Googler (karyawan Google)," tutup Kagerling.

Asal-muasal Android

Sistem operasi mobile Android pertama kali diciptakan oleh perusahaan Android Inc, yang berkantor di Palo Alto, California. Mereka membangun Android dengan inti program (kernel) Linux.

Google kemudian membeli semua saham Android Inc pada Agustus 2005. Para pendiri Android pun akhirnya bekerja untuk Google, seperti Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White.

Google mulai serius mengembangkan Android untuk masuk ke pasar perangkat mobile global dengan merilis Android versi 1.1 pada Maret 2009. Android boleh diadopsi oleh para produsen perangkat mobile. Bahkan, kini ia diadopsi oleh perangkat kamera dan televisi.

Google pun merilis kode sumber (source code) Android untuk pengembang aplikasi dan menyediakan toko aplikasi online Google Play Store (dahulu bernama Android Market).

Dua bulan kemudian, Google merilis Android versi 1.5 dengan kode nama "Cupcake". Dari sinilah dimulai kode nama Android berdasarkan nama kue atau makanan penutup dan sesuai urutan abjad yang dimulai dari huruf C.

Berikut adalah versi dan kode nama Android dari masa ke masa:

- Android versi 1.1
- Android versi 1.5 (Cupcake)
- Android versi 1.6 (Donut)
- Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
- Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
- Android versi 2.3 (Gingerbread)
- Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
- Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich)
- Android versi 4.1/4.2/4.3 (Jelly Bean)
- Adnroid verso 4.4 (KitKat) 

Sumber : http://tekno.kompas.com

Bukan Key Lime Pie, Tapi Kitkat


Bukan Key Lame Pie, tapi Kitkat. Iya, Google baru saja mengumumkan code name resmi untuk Android versi terbaru 4.4. Kitkat menjadi nama yang dipilih Google untuk sistem operasi mobile versi terbarunya tersebut. Agak mengejutkan memang, mengingat, dalam beberapa bulan terakhir Key Lime Pie lah yang diprediksi akan dijadikan code baru untuk Android

Nama tersebut dikonfirmasi oleh eksekutif Google, Sundar Pinchai melalui sebuah postingan di akun Google+ nya. Kitkat sendiri merupakan merk coklat asal Amerika Serikat yang sudah cukup terkenal secara global.

Google memang selalu menggunakan nama-nama makanan penutup atau dessert untuk menamai versi Android mereka. Sebelum Kitkat, beberapa nama makanan telah digunakan Google, termasuk Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich hingga Jelly Bean. Kitkat merupakan satu-satunya nama merk dari sekian nama tersebut

Kira-kira, apa ya maksud Google dengan nama tersebut?

Sumber : http://forum.detik.com

Kejutan, Coklat 'KitKat' Jadi Nama Android Terbaru

INILAH.COM, California - Google mengumumkan bahwa versi Android berikutnya adalah 4.4 dan bukan 5.0, yang akan diberi nama KitKat, coklat batangan buatan Nestle yang populer di seluruh dunia.

Pengumuman ini dikonfirmasi Kepala Android dan Chrome Google Sundar Pichai, sekaligus menandai untuk pertama kalinya sebuah sistem operasi utama telah diberi nama yang berlisensi.

Direktur Kemitraan Global Google Android John Lagerling pertama kali membahas dengan Nestle tentang nama tersebut pada akhir November 2012, dan kesepakatan telah diselesaikan di Mobile World Congress di Barcelona pada Februari 2013.

Mengapa KitKat
Seorang juru bicara Google mengungkap bahwa KitKat telah lama menjadi coklat batangan favorit dari Kepala Teknik Android Google Hiroshi Lockheimer.

"Secara internal kami sering menyebutnya bakal rilis dengan nama Key Lime Pie, tetapi perusahaan memutuskan nama lain setelah menyadari bahwa sangat sedikit orang yang benar-benar tahu rasa dari Key Lime Pie," jelas Lagerling.

Tidak ada pertukaran uang yang terlibat antara Google dan Nestle, tetapi ada elemen penting di promosi. 50 juta coklat KitKat di 19 negara akan memiliki branding Android dan menawarkan pembeli kesempatan memenangkan tablet Nexus 7 dan Google Play Gift Card, seperti dilansir TheVerge.

Dalam kesepakatan antara Google dan Nestle itu ada masalah kecil. Nestle memiliki dan mengontrol merek KitKat seluruh dunia, tetapi lisensi merek dan produksi KitKat di Amerika Serikat dipegang oleh Hershey's.

Maka dari itu, Google juga harus dapat menjangkau Hershey's karena AS adalah pasar potensial bagi Google. Akhirnya, Kitkat buatan Hershey's di AS juga akan membawa logo dan informasi tentang Android.

Google memang selalu menamakan tiap versi Android mereka dengan nama makanan penutup dan berurutan sesuai abjad.

Perhatikan huruf pertama dari tiap penamaan versi Android yang berurutan sesuai abjad, yakni C, D, E, F, G, H, I, J, K. Kecuali Android 1.0 dan 1.1 yang diyakini memiliki nama yang diawali huruf A dan B.

Dan untuk merayakan tiap rilis versi baru dari Android, patung raksasa dari bentuk makanan penutup yang sesuai dengan nama tiap versinya selalu dibuat di halaman depan Google Campus untuk dipamerkan.
Kali ini sebuah robot Android khas Google menjadi logonya yang dibuat dalam bentuk KitKat. Setelah KitKat, dipastikan penamaan Android berikutnya akan dimulai dengan huruf L.
Lemon Marange Pie, Lemon Cheesecake, atau Lollipop? Bagaimana menurut Anda? [mor]
 
Sumber : http://teknologi.inilah.com

Cerita Lucu di Balik Pemilihan Nama Android 4.4 KitKat



Jakarta - Tak seperti sebelumnya, Google memberi nama versi terbaru dari sistem operasi Android dengan nama sebuah merek coklat. Lalu dari mana asal muasal tercetusnya ide untuk mengadopsi nama KitKat?

Seperti santer diberitakan bahwa Google akan menggunakan Key Lime Pie sebagai nama untuk versi paling anyar dari sistem operasi Android. Indikasi ini semakin kuat karena Google gemar menamai sistem operasinya dengan nama hidangan penutup dan sesuai abjad.

"Kami menyadari bahwa sangat sedikit orang benar-benar tahu seperti apa rasa key lime pie," jelas John Lagerling, Director of Android Global Partnership, seperti detikINET kutip dari BBC, Rabu (4/9/2013).

Nama Key Lie Pie sendiri memang telah diputuskan akhir tahun lalu sebagai kelanjutan versi terbaru dari Android. Keragu-raguan itu semakin jelas setelah popularitas key lime pie mungkin tak setenar nama dessert lainnya.

Sampai di suatu malam, beberapa pengembang Google mendapatkan inspirasi yang tak terduga. Coklat dari Nestle KitKat terlintas begitu saja di benak para pengembang Google.

"Salah satu makanan ringan yang kami simpan di dapur untuk menemani saat-saat coding adalah KitKat, dan seseorang berkata; 'hei, kenapa tidak kita sebut KitKat saja untuk rilis selanjutnya'," tukasnya lagi.

Setelah nama itu disetujui, tak lama pejabat Google langsung terbang ke Swiss, di mana basis perusahaan Nestle berpusat. Intinya jelas, untuk meminta izin penggunaan nama KitKat.

Sambutan dengan tangan terbuka pun langsung didapatkan oleh Google dari Nestle. Karena tak lama dari meeting itu, keduanya setuju untuk menggunaan nama KitKat untuk Android terbaru.

"Terus terang tak sampai satu jam sampai kami bilang, 'ayo, mari kita lakukan'," kata Patrice Bula, kepala pemasaran Nestle.

Bula mengakui ada risiko dari perjanjian ini, misalnya, jika OS baru ini terbukti menjadi rentan terhadap malware itu bisa menyebabkan kerusakan merek KitKat itu sendiri.

"Mungkin aku akan dipecat," candanya.

"Ketika Anda mencoba untuk memimpin cara baru dalam berkomunikasi untuk mengenalkan profil merek Anda selalu memiliki risiko lebih tinggi daripada melakukan sesuatu yang jauh lebih tradisional. Tapi hey, kenapa kita tidak mencobanya," tandas Bula.

Sumber : http://inet.detik.com
 
[komunitas] ANDROID SINJAI
Sekretariat : Corner Cafe Masseddi, Jl. Tekukur No. 1 Kab. Sinjai
Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(Relawan TIK) Kab. Sinjai - Sulawesi Selatan