Tampilkan postingan dengan label Gadget Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gadget Android. Tampilkan semua postingan

Asus Hadirkan PadFone E: Kombinasi Tablet 10 Inci dan Smartphone 4,7 Inci

Tak lama berselang sejak peluncuran Asus PadFone Mini, perusahaan yang berbasis di Taiwan tersebut kembali menambah koleksi lini PadFone miliknya dengan menghadirkan PadFone E.

Perangkat terbaru dari jajaran PadFone ini masih mengusung konsep 2-in-one yang terdiri dari sebuah smartphone dan tablet yang juga berfungsi sebagai “rumah” bagi ponsel atau biasa disebut dengan docking. Dibandingkan seri PadFone lain, kecuali yang Mini, ukuran layar kedua perangkat pada PadFone E tak jauh berbeda.

Dari sisi tablet, Asus PadFone E menggunakan layar berukuran 10 inci. Sementara smartphone datang dengan layar berukuran 4,7 inci. Kendati berbeda ukuran layar, kedua perangkat ini menggunakan panel bertipe Super IPS dan dibekali dengan resolusi yang sama, yakni 1280×720 pixel (HD 720p). Layar pada kedua perangkat ini juga telah dilengkapi dengan lapisan pelindung Corning Gorilla Glass.

Karena hanya berfungsi sebagai docking untuk smartphone, tablet pada PadFone E tidak dapat digunakan terpisah dari smartphone. Artinya, Anda hanya dapat menggunakan tablet ini ketika smartphone telah dipasang di bagian belakang tablet. Berbekal baterai berkapasitas 5000mAh, tablet ini dapat sekaligus mengisi ulang daya smartphone ketika di masukan di bagian belakang.

Sebagai otak komputasi dari PadFone E, Asus memercayakan performa dan kinerja smartphone buatannya pada prosesor quadcore Snapdragon 400 1,4GHz dan RAM sebesar 1GB. Asus berharap pemakaian prosesor quad-core bisa membantu Anda menjalankan semua aplikasi pada sistem operasi Android 4.3 Jelly Bean tanpa kendala.

Dibandingkan varian PadFone lain, Asus PadFone E ini ditawarkan dengan harga yang lebih murah, yakni sekitar Rp6,8 juta.


Spesifikasi Asus PadFone E


Prosesor
Snapdragon 400 quadcore 1,4GHz Cortex A7
RAM
1GB
Layar
4,7 inci resolusi 1280×720 pixel (smartphone), 10,1 inci resolusi 1280×720 pixel (tablet)
Kamera
Utama 13 megapixel, depan 1,2 megapixel (smartphone), depan 1 megapixel (tablet)
OS
Android 4.3 Jelly Bean
Konektivitas
3G, Wi-Fi, Bluetooth, microUSB, jack audio/mikrofon 3,5 milimeter
Baterai
1820mAh (smartphone), 5000mAh (tablet)
Dimensi
139,6×69,7×9,08 milimeter (smartphone), 263,6×181,5×17,44 milimeter (tablet)
Bobot
126 gram (smartphone), 526 gram (tablet)

Xiaomi Rilis Tablet Mi Pad Berbasis Tegra K1

Xiaomi memperkenalkan tablet perdananya, Mi Pad, Kamis (15/5) lalu. Mi Pad meniru desain, bahan material dan antarmuka iPad Mini. Ukurannya juga sama dengan iPad Mini, yakni 7,9inci, resolusi 2.048x1.536, namun pilihan warnanya sama dengan iPhone 5C.

Xiaomi secara terbuka mengakui bahwa mereka menggunakan material yang sama dengan iPhone 5C, demikian juga dengan antarmuka MIUI  yang terinspirasi dari tampilani OS 7.

Namun, Xiaomi patut membanggakan diri karena Mi Pad adalah tablet pertama yang menggunakan prosesor Tegra K1. Prosesor tersebut diperkenalkan Nvidia saat acara CES pada Januari lalu, tetapi belum banyak diadopsi pabrik andalan produk mereka.

Tegra K1 sendiri merupakan wujud perubahan drastis arah prosesor mobile milik NVIDIA. Bukan hanya menambah jumlah inti perosesor dan meningkatkan kecepatan clock, Tegra K1 yang baru saja diluncurkan melalui konferensi pers NVIDIA di CES 2014, fokus pada sub-komponen grafis yang diperbarui secara radikal sehingga mampu disandingkan dengan GPU desktop.

Jadi layak ditunggu perpaduan antara tablet besutan cina yang terkenal dengan kehandalan OSnya dengan Prosesor terbaru besutan NVIDIA yang canggih ini.

Adapun diperkirakan Xiaomi membanderol Mi Pad mulai US$240 (Rp 2.765.520) untuk versi 16GB dan US$275 (Rp 3.168.825) untuk versi 64GB.

Sumber : http://www.android-indonesia.com

Bocor, Huawei Produksi Smartphone Baru

Huawei Ascend D3 terungkap mengusung Octa Core CPU dan Android KitKat.  Di pasar China, Huawei juga meluncurkan dua ponsel: Honor 3X Pro dan Honor 3C 4G. Di pasar India, rilis pula Honor 3C dengan harga 14.000 rupees.
 
Sebelumnya dikabarkan, Huawei bakal merilis produk barunya tahun ini, namun tersendat dan belum jelas kepastiannya. Tetapi sekarang, beberapa rincian penting produk baru Huawei muncul secara online.

Salah satu yang ditunjukkan dalam online di An Tu Tu adalah Display, Camera, Desain dan sejumlah keistimewaan perangkat lainnya. Perangkat yang muncul tersebut bernama Huawei H300. Jangan bingung disini, karena yang sedang kita bicarakan adalah D3 Acend, yang memiliki prosesor octa-core Cortex A7 COU, dan prosesor quad-core Cortex A15. Selain itu, dibekali chipset 1,8 GHz. Chip dikabarkan disupport Mali T628 GPU.

Pada musim panas, India memamerkan 15 Smarthon terpanas, dengan Top 15 Smartphone Hottest Summer 2014.

Handset ini juga akan didukung oleh 2GB DDR3 RAM dan memori internal 16GB . Tidak ada penjelasan soal slot kartu microSD . Meskipun kita tidak memiliki petunjuk tentang ukuran layar, itu sangat yakin bahwa Ascend D3 akan diluncurkan dengan display HD full touchscreen .

Kamera belakang  ditopang kemampuan 13MP dan depan 5 MP.  Pihak Huawei belum secara resmi dengan demikian tidak ada banyak informasi tentang ketersediaan handset . Namun, beberapa situs berspekulasi harga handset untuk berada di suatu tempat sekitar 2.888 yuan yang setara dengan ke Rs . 27.099 dalam mata uang India.

Sumber : http://www.android-indonesia.com/

Tren Jual Kilat: Nubia X6 Terjual Kurang dari 10 Detik!

ZTE mengklaim pihaknya berhasil menjual phablet Nubia X6 hanya dalam waktu 9,8 detik. Sayangnya, produsen asal China tersebut tak menyebut jumlah phablet yang terjual dalam tempo yang sangat singkat tersebut.  Sejumlah orang pun mulai memainkan spekulasi.


Bisa jadi ini hanya strategi ZTE untuk membuat kejutan demi menarik perhatian konsumen.  Taktik penjualan modus begini meang sedang popular di China.  Vendor China yang lain, Xiaomi juga sukses menjual dengan trik ini, dimana hanya dalam waktu 34 menit 100 ribu unit handset Redmi Note terjual, di bulan Maret yang lalu. Harga banderol Redmi Note saat itu dibanderol US$ 161.

ZTE Nubia X6 merupakan salah satu phablets  terbaik yang tersedia saat ini. Spesifikasinya Qualcomm Snapdragon SoC 801, 3GB RAM, 32/64/128 memori on-board, display 6.4" 1080p, dan kamera 13MP duo. Semua kebaikan hardware terselip  dalam balutan logam yang sangat elegan dan tangguh.

ZTE telah menjual  Nubia X6 dengan modus seperti ini pada tanggal 27 Mei pada pukul 10.00 waktu setempat.  Perangkat ini dibanderol dengan harga CNY 2.999 ($ 481), atau sekitar 5-6 juta rupiah.

 Sumber : http://www.android-indonesia.com

Kurang Percaya Diri, Asus Kewalahan Layani Antusiasme Permintaan Konsumen

ASUS kehabisan stok ponsel seri Zenfone di Indonesia.Padahal, mereka baru meluncurkanny apada 15 April lalu di Jakarta.Melalui pernyataan resmi yang kami terima, ASUS mengatakan permintaan konsumen sangat tinggi, meski tak menyebutkan jumlah persisnya.Mereka mengaku belum bisa memenuhi permintaan sebanyak 80.000 unit.

Hal ini sebenarnya aneh karena ASUS seperti tak siap berjualan atau tak percaya diri produk mereka akan laris, sehingga hanya menyiapkan sedikit stok. Juliana Cen, Manager of  Product Management and Marketing, ASUS Indonesia mengatakan, pihaknya merasa gembira dan mengucapkan terimakasih atas antusiasme dari pembeli ASUS ZenFone di Tanah Air.

Dia berjanji akan memenuhi pesanan konsumen pada akhir Mei nanti.

Untuk Anda yang belum tahu, ASUS menghadirkan tiga ponsel Android terbaru, ZenFone 4, ZenFone 5 dan ZenFone 6 di Jakarta. Seluruh seri ASUS ZenFone tersebut telah ditunjang oleh prosesor Intel Atom.

ASUS ZenFone 4 di tunjang dengan layar berukuran 4 inci WVGA dengan resolusi 800 x 480.Ponsel tersebut memiliki RAM 1 GB dan prosesor Intel Atom  Z2520 dengan kecepatan 1,2 GHz. ZenFone 4 menggunakan penyimpanan internal sebesar 8 GB ditambah 5 GB dari layanan ASUS Web Storage. ASUS ZenFone 4 juga dilengkapi kamera utama 5 MP Auto focus dan kamera belakang 0,3 MP.

Hadir dengan beragam warna pilihan penutup bagian belakang, seperti Blue, Yellow, Red, White dan Black, ZenFone 4 telah menjalankan sistem operasi Android 4.3 Jelly Bean yang bisa ditingkatkan ke KitKat. Tertarik untuk membeli perangkat ini? ASUS menawarkan ZenFone 4 dengan harga Rp1.099.000.

Adapun ASUS ZenFone 5 di banderol dengan harga Rp2.099.000. Ponsel ini dibekali dengan prosesor Intel Atom Z2560 berkecepatan 1,6 GHz. Berbeda dengan seri sebelumnya, ZenFone 5 memiliki ukuran layar 5 inci IPS HD 1.280 x 720 plus sudut pandang hingga 178 derajat.

Adapun ZenFone 6 telah dibekali dengan prosesor Intel  Atom Z2580 dengan kecepatan 2,0 GHz. Keunggulan lainnya, ponsel yang memiliki layar 6 inci IPS HD beresolusi 1.280 x 720 ini dilengkapi RAM sebesar 2 GB. Anda bisa membeli ZenFone 6 seharga Rp3.099.000.

Spesifikasi tinggi dan harga murah ini tampaknya menjadi primadona, sehingga ZenFone diburu banyak orang.

Di Forum dan BlackBerry Channel CHIP, banyak pengguna mengeluh kesulitan ketika hendak membeli ponsel tersebut.

Sumber : http://www.android-indonesia.com

Wow, Ponsel Terbuat Dari Emas dan Titanium Ini Dijual Rp. 27 Juta!

Saat ini ada beberapa perusahaan elit international yang memproduksi ponsel yang memang dikhususkan untuk kalangan atas saja. Ponsel yang ditujukkan untuk kalangan atas tersebut memang dibuat menggunakan bahan-bahan super mahal seperti emas, safir bahkan sampai titanium. Gresso, salah satu perusahaan yang berkecimpung di bidang pembuatan smartphone super mewah ini juga membuat sebuah smartphone yang terbuat dari bahan emas yang digabung dengan titanium.

Smartphone mewah yang mempunyai ketahanan yang sangat kuat tersebut bernama Radical Black. Saking kuatnya dilansir bahwa smartphone ini tidak akan retak bahkan bila diinjak truk sekalipun!

Radical Black R1, dilansir dari Okezone memiliki tombol telepon yang terbuat dari titanium seharga USD2500. Model R2 dan R3 menampilkan tombol titanium hitam dengan logo Gresso dari emas sebesar 18 karat. Sehingga, bila ditotal logo Gresso dari emas dan tombol titanium, maka harga smartphone ini bisa mencapai senilai USD3000. Informasi yang beredar mengungkapkan, ponsel ini hanya akan dibuat sebanyak 100 buah saja didunia in termasuk versi R2 dan R3.

Selain terbuat dari bahan Titanium dan emas 18 karat, ponsel ini bisa dibilang mempunyai spesifikasi yang tidak terlalu spesial. Untuk screen display saja, ponsel ini belum mensupport kekuatan HD seperti layaknya ponsel kelas atas saat ini. Dibalut dengan layar 4.5 inci qHD (960x540) display, perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) ini, menanamkan prosesor quad-core 1.2Ghz. selain itu, ponsel ini memiliki kapasitas penyimpanan memori 36GB yang tidak dapat diekspansi.

Ponsel Radical Black memiliki spesifikasi low end namum terbuat dari emas 18 karat dan titanium yang memiliki ketahanan yang sangat luar biasa.
Untuk kamera, Radical Black dibekali dengan kamera 8MP dan sistem operasi 4.1.2 Jelly Bean. Tidak terlalu tampak istimewa bukan? Memang ponsel mewah ini terlihat mahal bukan dari dapur pacu yang ada didalamnya, tetapi model dan bahan materialnya yang membuat ponsel ini seharga puluhan juta rupiah. Ponsel ini bisa menggunakan 2 kartu SIM.

Produk ini akan terdiri dari beberapa warna antara lain, White Gold, Yellow Gold, dan Titanium. Menurut kabar, handset ini akan di jual dengan harga USD2500 atau sekira Rp27 Juta.

Sumber : http://forum.detik.com

Nvidia Mocha, Tablet Untuk Para Gamer

Nvidia kembali memperkenalkan sebuah tablet terbaru nya lewat seriNvidia Mocha, tablet terbarunya ini di tujukan untuk para gamer dengan ditenagai nya oleh prosesor gahar Tegra T1. Sebelumnya Nvidia telah sukses meluncurkan tabletNvidia Tegra Note 7, lalum apa saja yang ditawarkan olehNvidia Mocha ini? mari simak ulasan berikut.



Nvidia Mocha diperkirakan adalah penerus dari Nvidia Tegra Note 7 yang menawarkan sepsifikasi dan performa yang cukup baik, kinerja grafisnya sangat tinggi dengan topangan GPU dari Nvidia GeForce yang memang sudah lama dikenal dengan produk grafis nya yang handal.

Nvidia Mocha dibekali dengan layar sentuh berukuran 7,9 inci yang menawarkan resolusi 2048 x 1536 piksel, resolusi ini setara dengan apa yang dimiliki oleh iPad Mini, teknologi layar yang digunakannya kemungkinan besar adalah IPS (in plane switching) yang mampu menampilkan kualitas layar yang jempolan serta kecerahan warna yang baik.

Di sisi performa,Nvidia Mocha di persenjatai dengan chipset dari Nvidia Tegra K1 yang didalamnya mengusung prosesor quad-core Cortex A-15 berkecepatan 2,5GHz serta dipadukan dengan memori RAM berkapasitas 2GB plus pengolah grafis handal dari Nvidia GeForce berarsitektur Kepler.

Kapasitas memori penyimpanan internalnya berkapasitas 16GB yang masih dapat diperluas lagi hingga maksimal 64GB, sayangnya tidak diketahui mengenai dukungan konektivitasnya yang akan melengkapinya, begitu pun dengan spesifikasi kameranya yang belum diketahui.

Kabarnya,Nvidia Mocha ini akan menggunakan Android 4.4 KitKat sebagai sistem operasinya, sampai saat ini belum ada keterangan mengenai harga dan ketersediaanya, jadi kita tunggu saja kabar selanjutnya.

Sumber : http://wafatechno.blogdetik.com

Speedup Smartwatch: Jam Pintar Rasa Lokal


Persaingan jam tangan pintar tidak hanya diramaikan pemain besar seperti Samsung atau Sony, tapi juga merek lokal seperti Speedup. Lalu bagaimana rasanya mencicipi smartwatch berbasis Android KitKat ini?

Perlahan tapi pasti para produsen ponsel mulai ikut terjun menggelontorkan smartwatch, jam tangan pintar yang dirancang sebagai pendamping ponsel Android atau iPhone.

Sebagai pemain lokal, Speedup sudah lebih dulu memamerkan jam tangan pintarnya di ajang Mobile World Congress di Barcelona, baru berberapa bulan kemudian produk tersebut dijual di Indonesia dengan harga Rp 1,5 juta.

Nah, dengan harga yang tebilang bersahabat itu, apa saja yang bisa dilakukan oleh jam tangan yang diklaim pintar ini? Jawabannya ada pada ulasan berikut ini.

Desain Macho
Soal desain Speedup memang memilih 'main aman'. Sekilas tampilannya mirip dengan jam tangan pada umumnya, hanya saja dengan bodi yang sedikit lebih tebal.
Speedup smartwatch tersedia dalam beberapa pilihan warna, dengan tali dari bahan karet yang juga mirip dengan jam tangan biasa. Jadi pengguna tak akan kesulitan jika ingin mengganti talinya dengan tali dari jam lain.

Produk ini tak memiliki banyak tombol, terlihat di sisi kanan cuma ada tombol power dan tombol back. Sementara di sebelah kiri terdapat lubang 3,5 mm sebagai konektor audio dan untuk isi ulang baterai. Dan tepat di bawahnya terdapat microphone untuk merekam suara.

Di atas kertas, Speedup Smartwatch memiliki dimensi 49,9 x 38,5 x 12,2 mm, berat, dengan layar sentuh 1,54 inci resolusi 240 x 240 piksel. Sedangkan untuk catu daya mengandalkan lithium polymer 300 mAh.

Fitur Menggoda
Karena sudah memiliki sistem operasi, maka tak heran jika Speedup Smartwatch ini punya beberapa fungsi yang tidak ada pada jam tangan biasa. Mulai dari tampilan hingga fitur di dalamnya.

Dari sisi interface Speedup Smartwatch terlihat sederhana. Pada bagian home screen tentu terdapat penunjuk waktu dan perkiraan cuaca, sedangkan berbagai widget bisa diakses dengan menggesernya ke kiri atau ke kanan.

Tampilan penunjuk waktunya terbilang menarik karena ditampilkan dalam berbagai gaya, mau klasik, modern atau futuristik. Total ada 14 tampilan yang bisa dipakai.
Kemudian di dalam jam ini juga terdapat widget aplikasi Fitness. Di sini bisa diketahui sudah berapa langkah pengguna berjalan dan jumlah kalori yang terbakar. Cocok untuk pengguna yang gemar berolahraga.

Speedup Smartwatch juga sudah dilengkapi dengan sertifikasi IP57, itu artinya jam ini bisa direndam hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit.
Fungsi lain yang tak kalah menarik adalah keberadaan Gyrometer. Fitur ini membuat jam otomatis hidup saat digerakan hingga kemiringan tertentu. Jadi tak perlu lagi memencet tombol power untuk melihat waktu, tinggal arahkan jam tangan ke muka maka layar smartwatch langsung hidup.

Kemampuan jam tangan ini untuk disinkronisasi dengan ponsel Android atau iPhone juga cukup memikat. Jika sudah dipairing melalui bluetooth, maka secara sejumlah notifikasi dari ponsel bisa juga ditampilkan pada jam.

Tapi sebelum itu pengguna diwajibkan untuk terlebih dahulu mengunduh aplikasi Speedup Smartwatch di Google PlayStore atau Apple App Store.
Performa & Daya Tahan
Speedup Smartwatch dibekali dengan prosesor single core 1 GHz hemat daya buatan MIPS. Kemudian untuk kapasitas RAM sebesar 512 MB dan ROM 4 GB, dengan total ruang yang bisa dipakai sekitar 1,9 GB.

Dengan spesifikasi seperti itu harusnya produk ini bisa dengan mulus menjalankan beberapa aplikasi bawaannya, tapi ternyata tidak demikian.

Layar yang kurang responsif dan buka-tutup aplikasi yang kurang cepat bisa dirasakan saat memakai produk ini. Untungnya hal ini dapat terobati dengan fitur dan harga yang ditawarkan. Cukup menggoda.

Sedangkan untuk daya tahan baterai, Speedup Smartwatch bisa bertahan nyaris 48 jam sejak terakhir diisi penuh.

Opini
Speedup Smartwatch memang belum bisa dikatakan jam tangan pintar yang sempurna, tapi tak dipungkiri juga kalau semua fitur yang dimilikinya cukup memikat.

Fitur Sync adalah kemampuan yang paling membantu, terutama saat pengguna sedang mengendari sepeda motor atau saat berada di kendaraan umum. Tak perlu repot-repot lagi mengeluarkan ponsel dari saku jika hanya untuk melihat notifikasi.

Daya tahan terhadap air juga mendapat nilai plus sendiri, apalagi ini adalah jam tangan yang memang biasa dipakai dalam keadaan apa pun, hujan atau panas.

SpeedUp Smartwatch dijual dengan harga nyaris Rp 1,5 juta. Produk ini tersedia dalam tiga pilihan warna, hitam, biru, dan merah. Di dalam paket penjualannya pengguna hanya mendapatkan jam tangan, panduan singkat pemakaian, kartu garansi, dan kabel USB. 
Tertarik untuk membeli?

Sumber : http://inet.detik.com/

Intel Siapkan Tablet & Smartphone Android


Intel bersiap memperkenalkan smartphone dan komputer tablet Android besutannya. Perangkat tersebut akan memakai prosesor mobile dari Intel yang dijuluki Medfield.

Memang di ranah perangkat mobile, Intel masih harus mengaku kalah dari ARM yang arsitektur chipnya dipakai di mayoritas gadget mobile saat ini. Karena itu Intel mengembangkan chip Medfield yang berbasis Intel Atom. 

Intel pun intensif mengujicoba chip buatannya untuk menandingi ARM. Mereka mengklaim Medfield mampu membuat akses browsing dan performa grafis lebih cepat dengan konsumsi daya yang rendah. 

Smartphone buatan Intel sendiri berbasis Android 2.3 Gingerbread dengan bentuk mirip iPhone. Sedangkan tablet yang mereka kembangkan memakai sistem operasi Android Honeycomb. 

Mengingat tingginya popularitas tablet, tidak mengherankan jika Intel ingin bisa bersaing. Namun mereka harus berjuang keras melawan ARM, perusahaan chip asal Inggris. Prosesor berbasis ARM ditemukan di mayoritas perangkat Android dan Apple.

Smartphone dan tablet berbasis Intel Medfield rencananya diperkenalkan di paruh pertama tahun 2012. Perangkat itu sejatinya bertujuan menarik para vendor besar agar mau memakai chip Intel.

"Kami berharap produk berbasis chip ini diumumkan pada paruh pertama 2012. Manufaktur bisa menggunakannya dengan bebas sesuai referensi desain mereka sendiri," ucap Stephen Smith, Vice President of Intel Architecture Group.

Sumber : http://inet.detik.com/

Keren! Android Mungil Ini Mampu Gantikan Komputer


Komputer berukuran mungil mungkin bukan lagi mimpi. Berkat Android, kotak kecil ini memiliki fungsi layaknya komputer atau televisi.

Odin buatan Dos Owls adalah perangkat mungil dengan ukuran 4.3x6x1.8 inch, beratnya saja tak sampai 1 kg, tepatnya 997 gram.


Odin sebenarnya adalah sebuah perangkat Android pada umumnya, ia bisa mengakses Google Play Store untuk diinstal aplikasi pendukung produktivitas atau hiburan. Hanya saja produk ini dilengkapi lensa proyektor.



Lensa proyektor yang ditanamkan berukuran 0,3 inch dengan lampu LED sebagai sumber cahaya untuk memancarkan gambar diresolusi 854x480 pixel. Tidak terlalu mewah memang, tapi cukup jika hanya untuk sekadar menampilkan presentasi. 



Untuk menunjang performanya Odin dilengkapi dengan prosesor empat inti 1.6GHz quad core Cortex A9, RAM 2 GB, pilihan storage 8/16/64 GB, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth dan sudah mengusung Android 4.4 KitKat. 



Sebagai tambahan perangkat ini juga sudah memiliki port HDMI dan USB, serta baterai 2.500 mAh yang bisa dilepas atau diisi ulang. Konon daya tahannya mencapai 45 menit dalam modus entertainment dan bisa tembus 6 jam jika dipakai hanya untuk mendengarkan musik.



Dengan seluruh komponen tersebut Odin sudah dianggap bisa menggantikan fungsi komputer atau televisi, namun dengan bentuk yang lebih ringkas dan mudah untuk dibawa-bawa.


Tertarik untuk membelinya? Sabar, sebab Odin baru akan dipasarkan mulai 28 Mei dengan harga USD 495 atau sekitar Rp 5,6 juta.


Sumber : http://inet.detik.com/

Samsung Resmi Luncurkan Galaxy S5

Seperti yang telah diduga sebelumnya, akhirnya Samsung secara resmi memperkenalkan ponsel pintar Android andalannya, Galaxy S5, di sela-sela ajang Mobile World Congress, Barcelona, Spanyol, pada Senin (24/2/2014) waktu setempat.

"Saya tidak ingin membuat Anda menunggu lebih lama lagi," kata JK Shin, President and CEO Head of IT and Mobile Communications Division Samsung Electronics, sembari memperlihatkan video Galaxy S5 untuk pertama kalinya.

Secara sepintas, Galaxy S5 memiliki desain yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan Galaxy S4. Di bagian muka, tidak terdapat perbedaan yang terlalu berarti. Terdapat dua buah soft button, yang ditemani dengan sebuah tombol fisik.

Perubahan yang benar-benar terlihat terjadi di bagian belakang cangkang dari Galaxy S5 ini. Samsung menyebut desain dari bagian ini dengan kata "modern glam".

Seperti dikutip dari Engadget, Selasa (25/2/2014), sebenarnya Samsung menggunakan bahan "mirip kulit" di bagian tersebut. Namun, jangan berpikir bahwa bagian tersebut mirip dengan bahan yang digunakan di Galaxy Note 3. Di area tersebut, perusahaan asal Korea Selatan ini dikatakan menggunakan bahan polycarbonate yang dicampur dengan kaca fiber, mirip dengan Nexus 7. Penggunaan bahan tersebut dikatakan membuat perangkat ini tidak terasa licin ketika digunakan.

Sebagai gambaran, di seri sebelumnya, Samsung menggunakan bahan plastik mulus, yang membuatnya terasa cukup licin ketika dipegang.

Salah satu perbedaan yang paling terasa dibandingkan seri Galaxy S sebelumnya adalah kemampuan Galaxy S5 untuk tahan air dan debu. Perangkat ini dilengkapi dengan sertifikasi IP67.

Galaxy S5 yang langsung dibekali dengan Android 4.4.2 Kitkat memiliki bentang layar yang lebih besar ketimbang Galaxy S generasi sebelumnya. Galaxy S5 dibekali layar sebesar 5,1 inci, berbanding 5 inci pada Galaxy S4. Keduanya sama-sama menggunakan panel layar Super AMOLED dengan kualitas Full HD.

Dari segi jeroan, Samsung Galaxy S5 dilengkapi dengan spesifikasi yang cukup tinggi. Ponsel ini dipersenjatai dengan prosesor Snapdragon 801 2,5 GHz quad-core, RAM 2 GB, media penyimpanan berkapasitas 16 atau 32 GB, dan baterai 2.800 mAh.

Yang menjadi perhatian, Galaxy S5 hanya dibekali RAM 2 GB, padahal produk Samsung lainnya, Galaxy Note 3, yang dirilis belakangan sudah menggunakan RAM sebesar 3 GB. Sementara Android Sony terbaru, Xperia Z2, juga sudah memakai RAM 3 GB.

Dari sektor kamera, Galaxy S5 mempunyai sensor 16 megapiksel yang memiliki kemampuan merekam dalam kualitas UHD (4K) dan real-time HDR. Di bagian depannya, terdapat kamera 2,1 megapiksel.

Akhirnya Samsung mengaplikasikan sensor pengenal sidik jari di Galaxy S5. Sensor tersebut terletak di bagian tombol fisik Home. Fungsinya adalah untuk meng-unlock ponsel tersebut.

Selain itu, ia juga dapat menjalankan Private Mode, di mana pengguna dapat membuka folder "rahasia", yang berisi dokumen, foto, dan lain-lain. Sidik pengenal jari ini juga dapat digunakan untuk kegiatan verifikasi pembayaran mobile.

Galaxy S5 mendukung jaringan koneksi 4G, Bluetooth 4.0, infra-merah, dan NFC. Adapun untuk WiFi, perangkat ini menggunakan sebuah komponen yang dinamakan WiFi MIMO (802.11ac). Samsung mengklaim, WiFi ini mampu mencapai kecepatan dua kali lipat dari WiFi standar.

Samsung Galaxy S5 sendiri akan dirilis ke pasar secara global ke 150 negara pada 11 April mendatang. Sayangnya, Samsung belum membeberkan harga dari perangkat tersebut.

Sumber Kompas Tekno

Cross A7S, Smartphone Lokal Dual Core Berkamera 8 MP

Produsen ponsel lokal Cross kembali meluncurkan smartphone dengan sistem operasi Android yang mengunggulkan sektor kamera, yakni Cross A7S. Smartphone Cross A7S ini tak bisa dipandang sebelah mata karena ditenagai oleh prosesor dual-core dan mengusung kamera degan resolusi 8 megapiksel.

Salah satu keunggulan smartphone Cross A7S ini adalah sektor kamera yang dilengkapi dengan kamera resolusi 8 megapiksel. Tak hanya itu, Cross A7S ini juga dilengkapi pelbagai mode pemotretan yang cukup lengkap, sebut saja mode Sports, Night Mode, Beach/Snow, Sunset, Party, Portrait, Lanscape, Nigh portrait, Theatre, Steady Photo, Fireworks, dan Candle light.

Cross A7S juga menyediakan pengaturan dan fitur yang disematkan pada kamera nya, sebut saja Auto Scene Detect, Face Beauty, Smile Shoot, dan banyak lagi. Selain itu, kamera Cross A7S ini mampu merekam video HD 720p yang dilengkapi dengan teknologi EIS (Electronic Image Stabilization).

Smartphone Cross A7S ini datang dengan layar multi-touch berukuran 4,5 inci dengan resolusi qHD 960 x 540 piksel berteknologi panel IPS (In-Plane Switching) untuk memaksimalkan sudut pandang layar. Sayangnya, Cross A7S masih menggunakan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich.

Sektor dapur pacu, Cross A7S ini ditenagai oleh chipset MediaTek MT6577 yang mengusung prosesor dual-core ARM Cortex-A9 dengan kecepatan 1GHz yang dipadukan dengan memori RAM sebesar 512MB dan didukung oleh pengolah grafis dari PowerVR SGX531.

Sektor konektivitas, smartphone Cross A7S ini telah mendukung 3G HSDPA, WiFi, Bluetooth, dan A-GPS. Cross A7S dilengkapi dengan memori internal sebesar 4GB dan tersedia slot microSD untuk ekspansi slot memori eksternal.

Seperti yang dilansir dari Detik (29/06/2013), smartphone Cross A7S ini dibekali baterai berkapasitas 1.600mAh dan kabarnya dijual dengan harga sekitar Rp 1,2 jutaan.

 Sumber : http://sidomi.com
 
[komunitas] ANDROID SINJAI
Sekretariat : Corner Cafe Masseddi, Jl. Tekukur No. 1 Kab. Sinjai
Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(Relawan TIK) Kab. Sinjai - Sulawesi Selatan