6 Seri OS Android ini bakal dimatikan Google

Ada kabar mengejutkan dari Google yang mana menyebutkan jika pihaknya akan mematikan setidaknya enam seri sistem Android dalam waktu dekat. Bahkan keempat seri OS Android sudah distop peredarannya mulai 1 Februari lalu.

Berikut daftar enam seri sistem operasi yang akan dimatikan peredarannya oleh Google.

1. Android Gingerbread
Android GingerBread yang diluncurkan pada Desember 2010 lalu ini sudah dihentikan peredarannya pada smartphone Android baru di pasaran mulai 1 Februari lalu.

Market share Android Gingerbread yang saat ini masih mencapai 21,2 persen dipastikan tidak akan berubah signifikan setelah keputusan ini.

2. Android Honeycomb
Seri Honeycomb juga akan dilarang untuk digunakan smartphone buatan perusahaan OEM yang bekerja sama dengan Google.

Memang OS ini kurang begitu diminati di pasaran. Honeycomb yang mulai beredar di pasaran pada 15 Februari 2011 ini tercatat digunakan hanya di 0,1 persen perangkat Android yang beredar di pasaran.

Google mulai menghentikan peredaran OS ini di smartphone Android baru mulai 1 Februari lalu.

3. Android Ice Cream Sandwich
Android Ice Cream Sandwich yang saat ini masih digunakan di 16,9 persen perangkat smartphone Android secara global ini juga sudah dilarang di pakai di smartphone baru yang akan meluncur ke pasaran mulai 1 Februari lalu.

Android Ice Cream Sandwich sendiri sudah beredar di pasaran sejak 16 Desember 2011 lalu.

4. Android 4.1 Jelly Bean
Android 4.1 Jelly Bean yang sudah beredar di pasaran lebih dari satu tahun ini juga akan distop peredaran di perangkat smartphone baru per tanggal 1 Februari lalu.

Jadi dipastikan jika smartphone Android yang meluncurkan ke pasaran setelah tanggal 1 Februari tidak akan menggunakan Android 4.1 Jelly Bean lagi.

Saat ini sendiri, Android 4.1 Jelly Bean tercatat telah digunakan di 35,9 persen perangkat Android secara global.

5. Android 4.2 Jelly Bean
Android 4.2 Jelly Bean yang hadir pada November 2012 juga tidak luput akan diberhentikan peredarannya oleh Google.

Rencananya, sistem operasi yang digunakan di 15,4 persen perangkat Android ini akan dilarang digunakan di smartphone keluaran terbaru mulai 24 April 2014 mendatang.

6. Android 4.3 Jelly Bean
Google juga dikabarkan akan memutuskan peredaran Android 4.3 Jelly Bean yang baru saja hadir pada Juli 2013 lalu.

Dilaporkan jika per tanggal 31 Juli 2014, perusahaan smartphone seperti Samsung, Sony, HTC, Lenovo, Huawei, dan lainnya tidak diperbolehkan menggunakan Android 4.3 Jelly Bean di smartphone terbaru mereka. Perusahaan ini wajib menggunakan Android 4.4 KitKat di smartphone yang meluncur setelah tanggal tersebut.

Sumber : http://www.merdeka.com/

Setelah KitKat, nama Android selanjutnya adalah Ladoo?

Sebuah laporan dari India menyebutkan jika kemungkinan besar nama dari OS Android selanjutnya adalah Laddo.
 
Laporan yang diunggah oleh situs jual beli Pricebaba, India, yang dilansir Oleh Softpedia (9/9) ini menyebutkan jika kerja sama antara pihaknya dan Google berhasil, maka versi Android setelah Android 4.4 KitKat akan bernama Android Ladoo.

Ladoo sendiri merupakan sebuah makan manis khas India yang terbuat dari bahan tepung, kapulaga, cengkeh, dan kacang mete. Laddo sendiri berbentuk seperti bola dan memiliki warna kuning.

"Kami masih mencintai Android dan kami berkomitmen untuk melihat versi Android yang didedikasikan untuk manisan India. Dengan pemberitahuan akan keinginan kami saat ini, kami meminta Anda (Google) untuk menamai versi Android berikutnya dengan nama Ladoo," tulis pihak Pricebaba di situsnya.

Android 4.4 KitKat sendiri sebenarnya merupakan nama pengganti dari Android Key Lime Pie. Dikabarkan jika penggantian ini selain dikarenakan tidak banyak orang mengetahui kue Key Lime Pie, disebutkan jika ada keuntungan bisnis yang dikejar Google dengan mengangkat nama KitKat dari bekerja sama dengan perusahaan Nestle.

Sumber : http://www.merdeka.com

Akses Situs Porno di Android Bakal Didenda Jutaan Rupiah?

Para peneliti telah menemukan sebuah malware jenis baru yang akan memblokir handset Android sampai pengguna bersedia membayar uang tebusan. Malware baru ini dijuluki ‘Android-Trojan.Koler.A’ dan akan muncul sebagai sebuah pop-up di layar dengan logo FBI.

Serangan malware itu dengan cerdik akan menuduh bahwa pengguna telah menonton serta menyimpan konten pornografi ilegal. Android-Trojan.Koler.A bahkan akan langsung mengunci ponsel pengguna dan baru akan bisa berfungsi normal jika pengguna mau membayar uang tebusan atau denda sebesar US$ 300 sekitar Rp 3,5 juta.

"Anda dituduh melakukan kejahatan yang melanggar hukum pidana Amerika Serikat dalam Pasal 161," demikian pesan peringatan tersebut, seperti dikutip dari laman Cult of Android, Jumat (9/5/2014).

Bukan itu saja, malware tersebut juga akan menggunakan data geolocation serta informasi lain untuk menghadirkan peringatan yang menyertakan lokasi serta alamat IP pengguna. Bagi pemula, ancaman ini tentunya sangat menakutkan dan mereka akan mengira bahwa ini benar-benar peringatan dari FBI.

Untuk sementara ini para peneliti belum bisa memberantas Android-Trojan.Koler.A. Pengguna memang bisa menutup pop-up yang muncul dengan cara menekan tombol home agak lama. Namun timer di dalam malware akan kembali mengaktifkan pop-up tersebut, beberapa detik kemudian.

Agar terhindar dari serangan malware ini, satu-satunya cara yang efektif adalah jangan mengunjungi situs pornografi yang menyediakan konten ilegal atau men-download file APK dari situs-situs yang mencurigakan.

Android-Trojan.Koler.A sendiri diketahui sebagai malware jenis ransomware yang sebelumnya menyerang platform desktop pada tahun 2013. Cara kerjanya pun sama dengan yang ada pada perangkat Android, yang mana para hacker akan membuka akses komputer jika pengguna bersedia membayar uang tebusan
 
Sumber : http://m.liputan6.com

Andy Rubin, Sosok Fenomenal di Balik Pencipta Android

Nama besar Android sudah melekat erat dengan perusahaan teknologi raksasa Google. Sistem operasi Android kini telah memasuki versi ke sepuluh, dan yang terbaru adalah Android KitKat.

Tahukah Anda siapa sosok penting di balik yang menciptakan Android? Dia adalah Andy Rubin, lahir pada tahun 1962 dan dibesarkan di Chappaqua, New York. Rubin adalah putra dari seorang psikolog yang kemudian mendirikan perusahaan direct marketing sendiri.

Rubin mengawali karir engineering-nya di bidang robotik, passion-nya adalah membangun mesin pintar (intelligence machines). Sebelum bergabung dengan Apple, Rubin awalnya bekerja sebagai manufacturing engineer pada tahun 1990-an. Dia bekerja untuk perusahaan manufaktur Jerman bernama Carl Zeiss sebagai robotic engineer.

Pada Oktober 2003, Rubin mendirikan perusahaan startup Android, Inc. di Palo Alto, California, bersama rekannya yang lain yaitu Rich Miner, Nick Sears, Chris White. Awalnya mereka berencana mengembangkan sebuah sistem operasi canggih untuk kamera pintar, namun akhirnya sadar bahwa pasar kamera pintar tidak cukup besar. Mereka pun mengubah haluan memproduksi sistem operasi untuk smartphone yang memang tengah naik daun saat itu.

Andy Rubin dikenal sebagai sosok yang gemar ngoprek dan menyenangi hal-hal canggih. Saking geek-nya, menurut New York Times, rumah Rubin dilengkapi beragam peralatan canggih.

Misalnya, untuk masuk ke rumah Rubin tak menggunakan kunci. Ia hanya perlu memindai (scan) retina matanya ke sebuah alat pemindai. Jika retina Anda sesuai, maka kunci rumah akan terbuka secara otomatis. Home theater system di rumahnya juga dibuat secara canggih. Di halaman rumahnya terdapat sejumlah mainan helikopter yang telah dia program untuk terbang secara otomatis.

Android Inc. kemudian diakuisisi oleh Google pada Agustus 2005. Sejumlah orang inti di Android Inc., termasuk Rubin, Miner, dan White, diajak ke Google pasca diakuisisi.

Di Google, Rubin memimpin tim tersebut untuk mengembangkan sebuah platform perangkat mobile berbasis kernel Linux. Google kemudian memasarkan platform tersebut ke para pembuat handset dan operator, dan berjanji akan menyediakan sistem yang fleksibel dan mudah di-upgrade.

Sejak Android dibeli Google pada tahun 2005, Andy Rubin dianggap sebagai orang yang tepat untuk memimpin pengembangan sistem operasi robot hijau itu. Di bawah kepemimpinan Rubin, Android menjadi sistem operasi yang menguasai lebih dari separuh pangsa pasar smartphone di dunia. Tak heran jika Rubin juga menjadi salah satu eksekutif Google yang paling dikenal.

Namun pada bulan Maret 2013, Andy Rubin mundur dari jabatannya sebagai bos Android di Google. Tapi Rubin masih berada di Google, dan kabarnya ia akan fokus mengerjakan proyek masa depan yang terkait dengan robotik, bidang yang memang ia sukai.

Sumber : http://m.liputan6.com

Android Dipuji Sebagai OS Hebat bagi Developer

Android saat ini adalah sistem operasi (OS) mobile paling populer di dunia. Pujian pun mengalir untuk OS milik Google tersebut, termasuk dari sang Chief Executive Officer (CEO), Larry Page.

Saat ini tersebar lebih dari satu miliar perangkat Android di dunia dan jumlahnya diprediksi akan terus bertambah. Sehingga dengan dominasi Android, peluang para developer yang mengembangkan aplikasi untuk OS itu pun terbuka lebar.

Page pun menilai Android adalah platform yang mengagumkan bagi developer. Menurutnya, penghasilan yang didapatkan para developer saat ini jauh lebih tinggi daripada satu tahun sebelumnya. Kehadiran toko aplikasi Android, Google Play, juga memainkan peran penting dalam pertumbuhan OS tersebut.

"Ide di balik Google Play ini adalah Anda bisa mendapatkan aplikasi, film, buku, dan musik dari satu tempat. Kemudian, Anda bisa memainkannya di perangkat apa pun tanpa harus melakukan sinkronisasi terus menerus," jelas Page, seperti dilansir Softpedia, Senin (19/5/2014).

Ia menekankan bahwa kesederhanaan homepage Google banyak memberikan kontribusi untuk sukses besar selama enam tahun terakhir. Pada dasarnya, hal tersebut bisa diimplementasikan ke portofolio produk Google.

"Prinsip yang sama bisa diterapkan di seluruh produk kami, khususnya sekarang, dengan semakin banyaknya perangkat dan pilihan," ungkap Page.

Google sendiri dilaporkan tengah menyiapkan serangkaian perubahan besar untuk User Interface (UI) Android. Bahkan banyak aplikasi inti di Android dilaporkan mulai menyesuaikan dengan prinsip-prinsip desain baru. 

Sumber : http://m.liputan6.com

Cara Jitu Mengecek Ponsel Asli atau Supercopy

Peredaran smartphone tiruan atau supercopy sudah semakin merajalela. Dengan tampilan fisik dan fungsi yang menyerupai versi aslinya, ponsel supercopy sangat diminati karena harganya jauh lebih rendah di bawah versi asli.

Sejauh ini brand Samsung seri Galaxy menjadi jenis perangkat yang tiruannya paling banyak beredar, terutama di Indonesia.

Bila dilihat dan digunakan secara sepintas, hampir tidak ada hal yang terasa berbeda dengan ponsel supercopy. Namun sebenarnya ada perbedaan mencolok dari segi fisik yang dapat ditemukan pengguna.

Akan tetapi yang menjadi masalah adalah, semakin hari ponsel supercopy hadir dengan tampilan yang semakin mirip dengan aslinya. Hal ini mempersulit pengguna untuk membedakan mana yang asli dan mana yang palsu.

Tapi tenang saja, laman AndroidPit menginformasikan solusi mudah untuk masalah tersebut.

Cek hardware
Bila secara fisik sulit untuk dibedakan, mungkin mengecek hardware adalah cara paling tepat yang dapat Anda lakukan untuk membedakan antara smartphone asli dan versi supercopy.

Cara termudah untuk mengecek hardware, khususnya prosesor pada ponsel supercopy adalah dengan menggunakan aplikasi CPU-Z. Dengan aplikasi ini, Anda dapat melihat keaslian dapur pacu yang diusung perangkat.

Pada ponsel supercopy Galaxy S4 contohnya. Tampilan System on a Chip (SOC) Galaxy S4 versi supercopy akan menunjukkan bahwa ponsel tersebut mengusung prosesor Exynos 5410 seperti pada versi aslinya, padahal sebenarnya ponsel tersebut diketahui hanya menggunakan prosesor MediaTek MTK6589.

Selain prosesor, dengan CPU-Z Anda pun bisa mengecek kebenaran resolusi display layar, resolusi kamera, sistem operasi, hingga besaran memori yang tersedia.

Cek keaslian software
Selain mengecek hardware, menguji keabsahan software juga dapat Anda lakukan. Untuk kasus ponsel Galaxy S4, Anda bisa melakukan Display Test dengan mengetikkan kode *#0*# di menu panggilan telepon. Jika perangkat Anda asli, maka nantinya akan muncul tampilan konfigurasi tampilan display, jika tidak, maka perangkat Anda kemungkinan besar adalah versi supercopy.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan aplikasi Samsung Kies. Jika perangkat Anda dapat menggunakan dan terdeteksi di Samsung Kies sebagai hadnset Galaxy S4, maka perangkat Anda asli. Galaxy S4 versi supercopy tidak akan terdeteksi dengan aplikasi Samsung Kies, atau mungkin terdeteksi sebagai perangkat lain.

sumber ://http://liputan6.com
 
[komunitas] ANDROID SINJAI
Sekretariat : Corner Cafe Masseddi, Jl. Tekukur No. 1 Kab. Sinjai
Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(Relawan TIK) Kab. Sinjai - Sulawesi Selatan